Nasib Atlet Aceh: Di-PHP Bonus Rp 500 Juta, Bingung ke Mana Mengadu

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah atlet dan ofisial berjoget saat menikmati hiburan pada upacara penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2024). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah atlet dan ofisial berjoget saat menikmati hiburan pada upacara penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2024). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Kasus atlet yang tak dibayarkan bonusnya kembali terjadi. Kali ini menimpa atlet Aceh yang tak dibayarkan bonusnya usai meraih prestasi di PON Aceh-Sumut 2024.

Atlet Hapkido Aceh, Yulianto, mengaku sampai saat ini bonusnya belum diberikan oleh pihak pemerintah maupun KONI daerah. Padahal, Yulianto dan rekan-rekan dijanjikan bonus Rp 500 juta jika berhasil bawa Aceh berprestasi.

“Kalau di KONI itu pertama Rp 500 juta untuk keping emas kalau kita masuk ke dalam 10 besar,” ucap Yulianto kepada kumparan, Rabu (2/7).

“Dan Aceh pun sekarang sudah masuk 6 besar. Bukan lagi 10 besar, tapi 6 besar. Kalau misalnya nanti masuk 10 besar kita dijanjikan Rp 500 Juta,” tambahnya.

Sialnya, Yulianto dan rekan-rekan tak tahu harus mengadu ke mana. Apalagi, tak semua atlet yang berani mengutarakan keresahannya.

Atlet Hapkido Aceh, Yulianto. Dok: pribadi.

“Sebagian dari kami yang memang berani speak up, habis itu komen di Instagram. Kayak setiap ada postingan tentang Pemerintah Aceh, kami coba masuk ke situ, menanyakan tentang bonus PON, 'Bagaimana Pak penyelesaiannya?' tapi sampai sekarang belum ada respons dari pemerintah,” ucap Yulianto.

“Atlet juga enggak berani speak up karena dimarahi pelatih. Banyak juga anggota-anggota di situ kayak PNS, ada juga aparat ada, TNI ataupun Polisi. Takutnya kan berpengaruh pekerjaan mereka,” tutupnya.