Pascal Gross: Pekerja Keras yang Kini Menjadi Idola FPL dan Brighton

Rasanya semua orang yang main FPL tahu nama Pascal Gross. Kalau Anda beli di awal Premier League, harganya hanya 4.5 juta poundsterling.
Namun seiring dengan performanya yang kian menanjak, harganya pun ikut meroket: 5,7 juta poundsterling. Ia rajin mendulang poin untuk mereka yang memasang di tim FPL-nya. Di sisi lain, peran Gross di Brighton and Hove Albion jelas tak diragukan lagi. Ia gemar membikin Brighton kegirangan.
Tadinya Brighton adalah salah satu tim favorit untuk terdegradasi. Namun pembelian Gross dengan mahar tiga juta poundsterling dari Ingolstadt, mengubah nasib Brighton. Kini mereka berada di peringkat 10 dengan koleksi 17 poin. Dalam 14 laga, Brighton mencetak 13 gol dan Gross berkontribusi delapan di antaranya.
Ia mencatatkan lima assist dan mencetak tiga gol dalam 1.178 menit di Premier League. Ini berarti, ia mencetak tiap 147 menit. Raihan yang gemilang untuk seorang gelandang. Secara statistik, ada 43% kemungkinan ia akan berkontribusi dalam sebuah gol yang dicetak oleh Brighton.
Chris Hughton, manajer Brighton, berkata bahwa ia sudah terkesan dengan Gross sejak hari pertama.
“Kami beruntung ia menjadi pembelian perdana kami. Ia benar-benar memahami permainan ini, tentang sepak bola Inggris. Dia juga berbicara dalam Bahasa Inggris yang bagus sehingga itu sangat membantu sejak hari pertama.”
“Dia seorang yang terus memperbaiki diri sendiri dan sangat serius dengan sepak bolanya. Ia team-player, seseorang yang kau harapkan untuk mendapatkan percakapan sepak bola yang baik. Dia tak pernah ketinggalan terlalu banyak pertandingan di beberapa tahun terakhir, dan ia sangat berpengalaman.”
Tentu ini bukan pertama kalinya Gross membuat timnya terkesan atas performanya. Gross, sejak awal kariernya, memang seorang pekerja keras.
Pascal Gross melihat ayahnya, Stefan, yang bermain sepak bola. Dan ia ingin seperti ayahnya. Ia memulainya bersama sebuah tim di kotanya, VFL Neckarau. Bakatnya mengesankan Hoffenheim. Ia menjadi pemain Hoffenheim pada 2008. Ia memulai debutnya pada 2009. Sialnya, kerja keras saja belum cukup.
Dan ia pindah ke Kalsrucher SC pada 2011 demi mendapatkan menit bermain lebih. Dan ngomong-ngomong, itu klub ayahnya.
Di Kalsrucher, ia bermain dalam 25 laga dan mencetak tiga gol untuk tim yang saat itu masih berada di 2. Fußball-Bundesliga. Permainannya memikat siapa pun. Ia mampu mengontrol permainan. Ia juga diberkahi stamina yang luar biasa, sehingga mampu terus berlari seperti Forrest Gump. Pada ahirnya, Gross merasa Ingolstadt 04-lah yang pantas dengan kualitasnya. Ia pun pindah pada tahun 2012.

Di Ingolstadt, ia bertransformasi menjadi pemain yang semakin memukau. Di sini, ia mampu bermain dalam number 10 role, sama bagusnya kala ia memainkan number 8 role. Dalam 158 penampilan dan 17 golnya, ia telah membantu Ingolstadt promosi ke Bundesliga dari 2. Fußball-Bundesliga. Ia mencatatkan 95 key passes di musim terakhirnya di Bundesliga, yang notabene menjadi key passes tertinggi pada musim tersebut. Pada akhirnya, ia harus pindah di awal musim 2017/2018 karena Ingolstadt pada akhirnya degradasi.
Dan dari pengalaman-pengalaman itu, terbentuklah Gross yang kita lihat sekarang. Hanya David Silva dan Kevin De Bruyne yang kini menorehkan assist yang lebih banyak daripada Gross. Dan Rob MacKenzie, eks Head of Techinal Scouting Leicester, mengakui bahwa kehadiran Gross memberikan dampak yang sangat baik bagi sepak bola Highton yang menekankan kerja sama tim.
“Integrasi secara cepat dengan tim yang baru promosi musim lalu ditambah dengan hasil impresif di sepanjang 2017 merupakan salah satu alasan utama mengapa Brighton memiliki awal mula yang kuat musim ini. Gross sangat cocok sejauh ini.”
Dan kawan, inilah sebabnya mengapa kita tak boleh berhenti bekerja keras.
