PBSI Pertimbangkan Opsi Pakai Pesawat Carter untuk Event Luar Negeri

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, juara ganda campuran All England 2020. Foto: Dok PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, juara ganda campuran All England 2020. Foto: Dok PBSI

Tim bulu tangkis RI dipaksa mundur dari All England 2021 gara-gara satu pesawat dengan orang yang positif corona. Atas dasar itu, Otoritas Kesehatan Inggris (NHS) meminta 20 dari 24 anggota tim Indonesia melakukan isolasi.

Akhirnya, BWF memutuskan para pebulu tangkis RI tak bisa melanjutkan perjuangannya di All England. Kemudian, mencuat pertanyaan tentang kenapa PBSI tidak memberangkatkan kontingen dengan pesawat carter saja seperti saat perhelatan Thailand Open pada Januari lalu.

Merespons hal ini, Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, memberikan penjelasan. Dia bilang, kejadian ini tak ada hubungannya dengan pesawat carter.

''Kita enggak berfoya-foya pakai pesawat carter pribadi. Kita ke Inggris berlaga membawa nama bangsa dengan biaya yang ada sama kita. Jadi enggak ada itu ya,'' kata Agung via keterangan resminya di Kantor BPK, Jakarta Pusat, Kamis (18/3).

''Kemarin ke Thailand kita enggak bisa pakai pesawat lain karena memang harus pakai pesawat carter, enggak ada pilihan ketika itu dan kami patuh, kok. Enggak ada urusan pesawat, ya,'' tambahnya.

Pemaparan visi dan misi Agung Firman Sampurna di Munas PBSI. Foto: Media PBSI

Hal senada disampaikan oleh Ketua Bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy. Dia mengamini ucapan Agung.

"Kan sudah dijawab tegas oleh Pak Ketua Umum," katanya saat dihubungi kumparan, Jumat (19/3) pagi WIB.

Walau begitu, berkaca dari kasus di All England ini, Broto menyebut bahwa akan ada opsi pemakaian pesawat carter dari PBSI untuk memberangkatkan atlet bulu tangkis ke event internasional. Utamanya adalah ajang besar.

"Tentu menjadi opsi PBSI agar kejadian seperti di All England tak terulang," terang Broto.

Ajang-ajang besar selain All England sudah menanti di tahun 2021. Itu adalah Piala Sudirman di China (tanggal baru pastinya belum keluar), Piala Thomas dan Uber di Denmark (9-17 Oktober), hingga Olimpiade Tokyo di Jepang (23 Juli-8 Agustus).

Tunggal putra Indonesiia, Jonatan Christie. Foto: Dok. PBSI

Melalui rilis resmi PBSI pada Jumat (19/3) sore WIB, Agung Firman juga menegaskan soal pemakaian pesawat carter. Diterangkan, ia bersama para pengurus PBSI berjanji akan melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

Salah satunya adalah dengan memasukkan opsi menyewa pesawat carter saat keberangkatan ke turnamen-turnamen mendatang. Dalam kesempatan itu juga, Agung berpesan kepada seluruh insan di PBSI agar tetap solid dan saling menjaga.

“Ini juga merupakan momentum bagi kita untuk menjadi lebih solid. Dalam kondisi seperti sekarang ini mari kita saling asah, saling asih, saling asuh, saling memberikan informasi, dan saling menguatkan,” pesannya.

***

embed from external kumparan