Petinju Sulsel soal Bonus Atlet PON Belum Cair: Waktu & Nominalnya Tak Jelas

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pesta kembang api pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Senin (9/9/2024). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pesta kembang api pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Senin (9/9/2024). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Atlet asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Hindriawati Haer, angkat suara, soal bonus untuk atlet-atlet berprestasi di PON 2024 yang tak kunjung cair. Ia menjelaskan bahwa waktu dan nominal bonus tersebut tak jelas.

Hindriawati Haer adalah petinju asal Sulsel yang meraih perunggu di cabor tinju wanita kelas 54 kg PON 2024. Pihaknya sudah bersurat ke DPRD soal masalah ini.

"Kami yang dapat informasi yang katanya tidak ada anggaran bersuara, makanya bersurat ke DPRD. Karena memang sampai sekarang itu tidak ada berita, walau nominal pun tidak ada sampai sekarang, itu yang kami pertanyakan. Kalau Kadis ditanya, katanya ada, ada tapi enggak dijelaskan kapan cairnya, nominalnya berapa,'' kata Hindriawati Haer kepada kumparan, Kamis (19/6).

Pj Gubernur NTB Hassanudin didampingi Ketua KONI NTB Mori Hanafi menerima bendera PON disaksikan Ketum KONI Marciano Norman pada penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2024). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Hindriawati Haer berharap ada kejelasan terkait bonus yang dijanjikan tersebut. Apalagi, ada kabar beredar bahwa bonus PON 2024 akan turun dibanding PON sebelumnya.

"Saya sih cuma mau tanya kejelasannya, nominal berapa, karena kami dengar-dengar juga katanya bonus tahun ini turun dari PON Papua kemarin. Jauh hari sebelum itu kami sudah dijanji, sebelum PON dilaksanakan, kami dijanji kalau bonus emas Rp 350 juta, perak Rp 250 juta, perunggu Rp 150 juta. Tapi sejauh ini belum ada lagi berita soal bonus," ujar Hindriawati Haer.

"Saya pernah dengar berita katanya angkanya turun. Karena kami ada grup yang isinya atlet semua cabor, jadi mereka dengar-dengar berita entah dari mana, mereka masukkan ke grup," jelasnya.