kumparan

Prancis Terbuka: Ketika 'The Joker' Memunculkan Sisi Gelapnya

Novak Djokovic
Djokovic dan raket penyoknya. (Foto: Reuters/Pascal Rossignol)
Ada alasan kuat mengapa Novak Djokovic dijuluki The Joker. Selama ini, dirinya memang dikenal sebagai sosok petenis yang kerapkali bertingkah kocak saat berlaga, mulai dari berjoget sampai menyuruh seorang ball girl untuk menggantikannya bermain. Namun, seperti halnya The Joker dalam komik 'Batman', Djokovic juga punya 'sisi gelap'.
ADVERTISEMENT
Pada 2017 lalu, Djokovic mengakhiri musim lebih awal. Setelah tersingkir di Wimbledon, petenis asal Serbia ini mengumumkan bahwa dirinya bakal absen di sisa musim dan baru kembali pada 2018. Alasannya, dia butuh waktu untuk memulihkan diri dari cedera siku kronis.
Djokovic pun akhirnya resmi melakukan comeback pada Australia Terbuka lalu. Di turnamen itu, sebagai unggulan ke-14, dia tersingkir pada babak perempat final usai ditundukkan petenis kejutan asal Korea Selatan, Hyeon Chung. Celakanya, setelah Grand Slam tersebut, prestasi Djokovic tak kunjung membaik.
Sudah enam turnamen dilalui Djokovic sejak Australia Terbuka. Dari keenam turnamen itu, prestasi terbaiknya adalah saat mencapai semifinal Roma Masters. Sebelumnya, pria 31 tahun ini lebih kerap menelan kekalahan pada babak pertama dan kedua.
ADVERTISEMENT
Alhasil, peringkat dunia Djokovic pun turun. Di Prancis Terbuka ini, Djokovic berstatus sebagai petenis urutan 22 dunia dan diunggulkan di tempat ke-20. Pada laga babak ketiga, Jumat (1/6/2018), Djokovic pun hampir saja kembali mengalami nasib buruk saat harus meladeni unggulan ke-13, Roberto Bautista Agut.
Pada laga di lapangan Suzanne-Lenglen itu, Djokovic harus bermain sebanyak empat set untuk bisa lolos ke babak keempat. Sulitnya laga itu tercermin dari bagaimana sosok kelahiran Belgrade itu meluapkan amarah pada tie break set kedua.
Di set kedua itu, Djokovic kalah dengan skor 6-7 (6-8). Kekalahan itu membuat Djokovic kesal dan membanting-banting raketnya ke tanah. Bagi sosok yang dikenal akan tingkah jenakanya, hal tersebut memang terlihat aneh. Meski demikian, Djokovic punya alasan tersendiri mengapa dia memilih untuk meluapkan amarah dengan cara demikian.
ADVERTISEMENT
"Di situasi seperti itu, terkadang emosi bisa memunculkan sisi terburuk atau terbaikmu, tergantung dari bagaimana dirimu melihatnya," tutur Djokovic seusai laga.
"Beberapa kali dalam karierku, situasi seperti itu membuat diriku berteriak atau melempar raket. Tujuannya adalah agar aku tersadar sekaligus untuk membebaskan diriku dari tekanan yang merundung sepanjang pertandingan."
"Meski begitu, terkadang hal seperti itu juga tidak membantu, jadi sebenarnya sulit untuk mengatakan apa yang sebenarnya harus dilakukan," lanjutnya.
Well, untuk kali ini, polah Djokovic itu berbuah positif. Sebelum kalah di set kedua, Djokovic sebenarnya sudah berhasil menang 6-4 pada set pembuka. Di dua set terakhir, suami Jelena Djokovic ini akhirnya sukses menuntaskan perlawanan Bautista Agut dengan skor 7-6 (7-4) dan 6-2.
ADVERTISEMENT
Di babak keempat nanti, Djokovic sudah ditunggu Fernando Verdasco yang sukses memulangkan unggulan keempat Grigor Dimitrov. Secara head-to-head, Djokovic lebih layak diunggulkan pada laga tersebut karena dari 14 pertemuan sebelumnya, dia berhasil menang 10 kali atas Verdasco.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan