Profil KarlTzy, MVP M2 Mobile Legends dari Bren Esports

Kejuaraan dunia M2 Mobile Legends telah berakhir dan perwakilan Filipina, Bren Esports, berhasil keluar sebagai kampiun setelah menumbangkan Burmese Ghouls pada Minggu (24/1).
Pertarungan dalam best of 7 berlangsung menegangkan. Bren yang sebelumnya dikalahkan Burmese Ghouls di Upper Bracket mampu menuntaskan perlawanan tim asal Myanmar itu dengan skor 4-3.
Bren yang bermain konsisten sejak awal turnamen memijakkan kakinya ke babak final setelah mengalahkan dua jagoan Indonesia, yaitu RRQ Hoshi dan Alter Ego. Kemenangan bahkan terasa lebih manis setelah mereka dikalahkan Udil dkk tahun lalu.
Semuanya juga jadi lebih lengkap bagi salah satu personel Bren, KarlTzy. Selain mengangkat trofi juara, pemain itu juga dianugerahi Most Valuable Player (MVP) di final M2 Mobile Legends.
Lantas, siapa KarlTzy dan bagaimana sepak terjangnya di dunia eSports?
KarlTzy yang memiliki nama lengkap Karl Gabriel Nepumuceno ini baru berusia 16 tahun. Meskipun masih muda, torehan prestasinya bukan kaleng-kaleng. MVP M2 Mobile Legends jadi buktinya.
Pada usia 14 tahun, KarlTzy sudah menjejakkan kakinya di ranah eSports profesional. Kala itu dia memperkuat tim Finesse Solid dan mengikuti kompetisi Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Filipina Season 2.
Sama seperti gamer pada lainnya yang memiliki keraguan dari keluarga. KarlTzy pun tak jauh beda. Kedua orang tuanya pun sempat menyatakan keraguan keputusan Karl untuk menjadi pemain pro.
Sampai di satu titik, ketika sang ibu, Karina Nepomuceno, harus merampas ponselnya dan mematikan koneksi internet di rumah untuk menghukum Karl yang sering lupa waktu ketika bermain gim.
KarlTzy mengakui penolakan orang tua adalah salah satu rintangan dalam kariernya. Untuk melunakkan hati ibu bapaknya yang keras, dia bersumpah untuk tidak mengabaikan sekolahnya.
“Jadi saya bersekolah di rumah, karena mereka tidak ingin saya berhenti belajar. Mereka setuju selama saya tidak mengabaikan sekolah,” ungkap KarlTzy dilansir dari Spin Filipina.
Kemudian pada usia 15 tahun, KarlTzy mengalungi medali emas SEA Games pada 2019 silam. Dia jadi atlet paling muda. Bukan hanya di timnya, tapi di seluruh skuad tim nasional eSports Filipina.
Di tahun yang sama, KarlTzy juga telah bergabung dengan Bren Esports. Bocah ajaib ini tampil luar biasa dan membantu Bren meraih jawara MPL pertamanya, yaitu MPL Season 6 pada Oktober lalu.
KarlTzy adalah Hypercarry di timnya. Sebuah peran yang memiliki tanggung jawab penting untuk memimpin skuad kepada kemenangan dengan damage besar dan jumlah kill yang banyak.
Dengan tugas seperti itu dia biasa memakai hero yang 'licin' dengan damage yang perihnya bukan main, salah satunya Lancelot. Saking jagonya abang satu ini, dia punya julukan “The Lancelot Godz”.
Di M2 Mobile Legends sendiri, KarlTzy tercatat menggunakan Lancelot sebanyak enam kali dan berhasil mencetak Savage pertama dan satu-satunya dalam turnamen dengan menggunakan hero ini.
Dia tidak hanya mampu menguasai satu hero. Claude-nya juga cukup menyulitkan. Hero ini tampil 8 kali dalam kompetisi. Tiga di antaranya digunakan di final saat melawan Burmese ghouls.
Di tangannya, Claude menjelma menjadi marksman yang merepotkan dengan damage gila-gilaan. Dengan hero ini pula dia dinobatkan sebagai MVP di turnamen Mobile Legends terbesar itu.
