Profil Ryzen, Pemain Bigetron yang Harga Transfernya Tembus Rp 50 M

Sebuah kejutan datang dari tim Bigetron divisi PUBG Mobile, Bigetron Red Aliens (RA). Kali ini bukan soal pencapaian mereka, tetapi harga transfer salah satu pemainnya yang selangit, yakni Ryzen.
Mantan CEO Bonafide Esports, StMichael, dalam sebuah live streaming mengatakan jika ada tim yang ingin mendapatkan Ryzen harus merogoh kocek dan menyiapkan uang sebesar Rp 50 miliar.
Ryzen memang bukan kaleng-kaleng. Performanya selama berseragam Bigetron RA tak jarang menggemparkan skena kompetitif PUBG Mobile. Ia juga telah menancapkan taringnya di beberapa turnamen internasional.
Lantas siapa Ryzen dan bagaimana kiprahnya sebagai pro player?
Awal perkenalan pemilik nama lengkap Muhammad Albi ini dengan gim battle royale buatan Tencent tersebut bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pedagang pada 2017 silam.
Ya, Ryzen awalnya menyediakan jasa pembelian Diamond dan Unknown Cash yang menjadi mata uang di dalam gim PUBG Mobile. Keuntungan dari penjualan itu kemudian dibelikan gawai.
Layaknya pemain lain, pemuda kelahiran 14 Februari 2002 ini keranjingan memainkan PUBG Mobile di gawai barunya. Ryzen mengaku bisa menghabiskan seharian penuh untuk bermain.
Tak main-main, Ryzen kemudian menjadi top global. Selanjutnya, tim Bigetron yang berhasil mengendus kemampuannya mengundang Albi untuk bergabung dengan tim berlogo robot merah tersebut.
Menariknya, ternyata Ryzen juga sempat ditaksir Rex Regum Qeon. Namun tim yang terkenal dengan Lemon cs di gim Mobile Legends tersebut memutus komunikasi sehingga Ryzen urung bergabung.
Petualangan Ryzen bersama Bigetron RA dimulai setelah tim tersebut menjuarai PUBG Mobile Indonesia National Championship Season 1 pada 2018 silam. Ia bertugas sebagai Rusher.
Semenjak masuknya Ryzen, tim Bigetron RA pun semakin kuat. Mereka kemudian berhasil menjadi jawara PUBG Mobile Club Open pada 2019 serta PUBG Mobile Pro League Sea Finals Oktober lalu.
Roster Bigetron RA memang sempat berubah semenjak BTR Natic hengkang pada pertengahan 2019. Namun dengan masuknya Microboy, Ryzen bersama Luxxy dan Zuxxy tetap tampil apik.
Ryzen juga memiliki masalah yang serupa dengan para pemain profesional lain, yaitu masalah keluarga. Bapak dan ibunya sempat meragukan keputusan untuk berkarier di ranah eSports.
“2 tahun awalnya sih agak ragu karena belum tahu game itu apa, pro player itu apa kan. Tapi setelah gua tunjukin gua berpenghasilan dan bisa lebih ngasilin dari orang tua gua tuh mereka jadi percaya,” ungkap Ryzen dikutip dari YouTube Boy William.
Terbaru, Ryzen membawa Bigetron RA menduduki peringkat 5 klasemen akhir PUBG Mobile Global Championship Finals 2020 yang digelar di Dubai akhir Januari lalu.
Berikut ini torehan prestasi Ryzen bersama Bigetron RA:
Juara 2 - PMCO 2019 Spring Split: Sea Championship
Juara 2 - Pubg Mobile Indonesia Natonal Championship 2019
Juara 1 - PMCO Fall Split 2019 : Sea League
Juara 1 - PMCO 2019 Fall Split Global Finals
Juara 1 - PMPL Spring Split 2020 Indonesia League
Juara 1 - PMPL Spring Split 2020 Indonesia Finals
Juara 2 - PMPL Spring Split 2020: SEA
Juara 1 - PMWL East 2020 Season 0
Juara 1 - PMPL Fall Split 2020 Indonesia League
Juara 1 - PMPL Fall Split 2020 SEA
Juara 5 - PMGC Finals 2020
Melihat semua yang telah dicapai Ryzen dengan Bigetron RA selama ini, rasanya cukup pantas membanderol pemain tersebut dengan harga Rp 50 miliar.
