Raja Sapta Oktohari Kembali Terpilih Jadi Ketum KOI Secara Aklamasi
ยทwaktu baca 2 menit

Raja Sapta Oktohari resmi terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2023-2027. Ia melanjutkan masa baktinya sebagai Ketum dari periode sebelumnya, yakni 2019-2023.
Pria yang akrab disapa Okto tersebut terpilih sebagai Ketum KOI secara aklamasi dalam Kongres KOI yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (30/6). Sementara itu, Ismail Ning terpilih sebagai Wakil Ketua Umum KOI.
Kongres KOI tahun ini sejatinya memiliki dua calon ketua umum dan wakil ketua umum, lainnya adalah Oegroseno dan Djoko Pekik. Namun, pasangan tersebut tercoret dari pemilihan karena adanya ketidaklengkapan data.
"Calon pasangan ketum dan waketum tadinya dua, hanya saja yang satu tidak lengkap, yang satu lengkap Pak Okto. Maka seperti yang disaksikan hanya satu calon ketum dan waketum secara aklamasi," kata Jadi Rajagukguk selaku Ketua Steering Committee Kongres KOI 2023 dalam konferensi pers.
"Dengan demikian maka seluruh cabang olahraga mendukung beliau, 66 suara, jadi 33 suara itu cabor olympic, 33 suara non-olympic," tambahnya.
Sementara itu, Okto mengaku memiliki program baru untuk dunia olahraga Indonesia, yakni Indonesia Olympic Academy. Program ini merupakan kerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
"Setelah ini kami tidak akan berhenti karena programnya masih banyak, dan ada program baru yang akan kami segera launching yaitu Indonesia Olympic Academy," kata Okto setelah terpilih.
"Bahwa NOC Indonesia akan membuat akademi yang akan tersebar di seluruh Indonesia, berafiliasi dengan Internasional Olympic Academy dari IOC yang merupakan program untuk menyebarkan olympic movement ke seluruh wilayah Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Okto ingin Indonesia terlibat di lebih banyak event olahraga Internasional. Dalam waktu dekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah ANOC World Beach Games.
"Kami melihat Indonesia sudah sangat pantas untuk ikut andil bukan hanya sebagai follower tapi sebagai pengambil kebijakan di semua event-event internasional," kata Okto.
"Baik regional [Asia Tenggara], kontinental [Asia], bahkan dunia. Ini kami mau ambil peran lebih jauh agar eksistensi Indonesia di dunia olahraga baik prestasi maupun organisasi bisa terealisasi," pungkasnya.
