Tim Bola Tangan Pantai Wanita Norwegia Didenda Rp 25 Juta Gegara Tak Berbikini
ยทwaktu baca 2 menit

Tim handball pantai Norwegia kena masalah. Mereka harus membayar denda lantaran tak memakai bikini saat tampil di kejuaraan Eropa.
Hal ini diungkap oleh European Handball Federation (EHF). Dalam pernyataan resmi, EHF memutuskan untuk untuk memberi hukuman denda hingga 1.500 euro atau sekitar Rp 25 juta kepada tim Norwegia.
"Dalam laga memperebutkan medali perunggu melawan Spanyol pada Minggu (18/7), tim Norwegia bermain dengan celana pendek yang tidak sesuai dengan Regulasi Seragam Atlet (Athlete Uniform Regulations)," bunyi pernyataan EHF.
"Komisi displiner memutuskan untuk memberi denda 150 euro (Rp 2,5 juta) per pemain. Total denda yang harus dibayarkan adalah 1.500 euro (Rp 25 juta)."
Per laporan Insider, aturan seragam di turnamen yang digelar di Varna, Bulgaria, mulai dari 13 sampai dengan 18 Juli, membuat para pemain harus mengikuti spesifikasi seragam yang ada di buku aturan International Handball Federation.
"Wanita harus memakai bikin di mana bagian atas adalah bra olahraga ketat dengan bukaan di bagian tangan. Bagian bawah tak boleh lebih dari 10 sentimeter di setiap sisinya," demikian tertulis dalam regulasi.
Sementara itu, tim Norwegia menggunakan celana pendek di laga melawan Spanyol. Mereka sendiri finis di posisi keempat setelah dieliminasi oleh Spanyol. Jerman memenangi titel juara Eropa setelah mengalahkan Denmark.
Adapun aturan seragam untuk pria adalah sebagai berikut. Peserta harus menggunakan tank top ketat dan celana pendek yang 10 sentimeter di atas lutut.
Pemain Norwegia, Katinka Haltvik, mengaku merasa terancam oleh regulasi yang ada. Ia juga mengatakan bahwa keputusan untuk menggunakan celana pendek dan bukan bikini terjadi secara spontan.
Dia berharap bahwa tindakan ini akan membuka jalan bagi tim lain yang merasa tidak nyaman dengan seragam, namun tak mampu membayar denda.
"Orang-orang mendukung kami untuk ini. Tidak semua tim mampu membayar denda yang diberikan," ucap dia kepada NRK.
"Handball harus menjadi olahraga inklusif, bukannya ekslusif," tambahnya.
Presiden Federasi Handball Norwegia, Kare Geir, mengatakan bahwa pihaknya sudah lama menyampaikan keberatan soal regulasi tersebut. Mereka juga telah lama menyuarakan ada perubahan atas regulasi selama beberapa tahun belakangan.
Dukungan juga datang dari tim lain. Pelatih tim Prancis, Valerie Nicolas, menyuarakan dukungan kepada tim Norwegia. Ia mengatakan bahwa hukuman denda kepada tim Norwegia tidak adil.
"Harusnya uang dan denda tidak diberikan. Untuk membuat perubahan, negara-negara harus saling mendukung dan kami melakukan itu sekaran," ucap Nicolas.
Kami kehilangan pemain karena regulasi seragam. Pemain bilang kepada saya bahwa mereka merasa tidak nyaman, merasa telanjang, dan ditonton."
"Ini adalah olah raga dengan banyak gerakan dan nda dihalangi oleh bikini. Selain itu, ada pula ketidaknyamanan akibat menstruasi dan agama saat memakai seragam itu," tambahnya.
