Kumparan Logo

Gojek-KAI Hadirkan Integrasi Antarmoda, Permudah Perjalanan Anak Kereta

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi masyarakat yang hendak menggunakan layanan GoRide Instant setelah menaiki KRL Commuter Line. Foto: Dok. Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masyarakat yang hendak menggunakan layanan GoRide Instant setelah menaiki KRL Commuter Line. Foto: Dok. Gojek

Gojek bersama PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) bekerja sama untuk menghadirkan layanan antarmoda terintegrasi untuk membuat perjalanan pengguna KRL Commuter Line lebih aman dan nyaman sampai tujuan. Kolaborasi ini menghadirkan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di 37 stasiun kereta api di seluruh Indonesia.

Untuk mempermudah pengguna KRL melanjutkan perjalanan, titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant disebar di berbagai kawasan strategis, seperti Stasiun Bogor, Stasiun Gambir, hingga Pasar Senen. Dengan titik jemput ini, pengguna KRL dapat melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju tujuan akhir menggunakan layanan Gojek tanpa perlu menunggu lama, sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan di sekitar kawasan stasiun.

Chief of Partnership GoTo, Henky Prihatna, mengungkapkan kerja sama ini diharapkan dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman, dari dan ke stasiun. Gojek juga berharap fasilitas ini dapat mendukung mewujudkan kawasan stasiun yang semakin rapi, aman, nyaman dan terintegrasi.

"Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek," kata Henky ketika ditemui di kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gojek, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Pemerintah Kota Bogor di Stasiun Bogor, pada Senin sore (7/9).

Integrasi antarmoda menjadi kebutuhan masyarakat urban dengan mobilitas tinggi. Berdasarkan studi Pusat Kajian Transportasi & Logistik (Pustral) UGM, 76,12 persen pengguna transportasi online membutuhkan integrasi layanan transportasi. Bagi para pengguna kereta, perjalanan dari dan menuju stasiun bukan hanya soal naik-turun gerbong, tetapi juga bagaimana berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan mudah dan nyaman.

Terlebih di Stasiun Bogor, integrasi antarmoda menjadi kebutuhan bagi pengguna KRL. Apalagi Stasiun Bogor melayani sekitar 130 ribu masyarakat per harinya. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebut masyarakat Bogor memiliki profil mobilitas yang tinggi.

"Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya. Karena itu pengembangan kawasan stasiun perlu memperkuat konektivitas antara kereta api, transportasi lanjutan, dan aktivitas masyarakat," ujar Bobby dalam kesempatan yang sama.

Selain titik jemput layanan GoCar Instant dan GoRide Instant, sebelumnya pengguna KRL telah dapat menikmati layanan GoTransit atau fitur yang memungkinkan masyarakat memesan tiket KRL Commuterline yang terhubung langsung dengan layanan GoRide dan GoCar. Fitur ini merupakan hasil kolaborasi Gojek dan KAI sejak 2022. Melengkapi kemudahan konektivitas tersebut, Gojek juga menghadirkan GOJEK7AN, yang memungkinkan masyarakat, khususnya komuter, untuk menikmati tarif GoRide MURAAAH dan GoTransit dari dan menuju stasiun tertentu dengan lebih terjangkau.

Kolaborasi tersebut kini turut diperluas ke berbagai aspek di ekosistem KAI Group. Selain mendukung konektivitas perjalanan, Gojek dan KAI menjajaki pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, serta pemanfaatan teknologi Gojek dan GoPay pada aplikasi KAI Access dan sejumlah entitas usaha KAI Group, termasuk KAI Logistik dan KAI Service.