5 Lini Baju Renang yang Berbahan Dasar Ramah Lingkungan

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pakaian renang berbahan dasar ramah lingkungan (Foto: dok.Instagram @tropicofc , @araksofficial)
zoom-in-whitePerbesar
Pakaian renang berbahan dasar ramah lingkungan (Foto: dok.Instagram @tropicofc , @araksofficial)

Limbah plastik menjadi masalah yang cukup serius dalam beberapa tahun terakhir. Menurut penelitian yang dipimpin oleh ahli lingkungan Jenna R. Jambeck tahun 2015, Indonesia menduduki posisi kedua dalam daftar urutan dunia setelah China sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut.

Per tahunnya Indonesia menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang berakhir ke laut. Lebih spesifik lagi, menurut data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action, perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang. Sedotan-sedotan tersebut datang dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya. Maka tak heran jika yayasan Ellen MacArthur meramalkan di tahun 2050 laut benar-benar akan didominasi oleh sampah plastik, khususnya sedotan.

Tingginya jumlah limbah sedotan membuat beberapa perusahaan dunia mulai mengurangi hingga berhenti menggunakan sedotan plastik. Mulai dari Starbucks, McDonalds, Hotel Hyatt, Alaska Airlines, American Airlines, dan lain-lain.

Meskipun secara jumlah, upaya mengurangi plastik terus berjalan, lantas bagaimana dengan limbah plastik yang masih mengapung di sekitar lautan?

Beberapa desainer dunia pun tercatat memanfaatkan sebuah teknologi baru untuk mengolah limbah plastik yang ada di laut menjadi kain. Para desainer tersebut memanfaatkannya sebagai bahan dasar untuk membuat pakaian, khususnya pakaian renang. Apa saja brand-brand baju renang tersebut, berikut kumparanSTYLE berikan daftarnya:

1. Mara Hoffman

instagram embed

Mara Hoffman menampilkan desain dalam siluet yang tidak ketat, dengan mengeksplorasi bahan daur ulang.

Ia memanfaatkan Econyl dan Repreve sebagai bahan dasar baju renangnya. Bahan ini membuat penggunanya menjadi lebih aman bergerak, sekaligus mudah kering.

2. Girlfriend Collective

instagram embed

Lini pakain indipenden ini mengusung konsep suistainable fashion atau fashion yang berkelanjutuan. Misalnya saja setiap pasang legging yang mereka produksi setara dengan memanfaatkan 25 botol air, serta kaus yang diproduksi terbuat dari 100 persen Cupro yakni produk sampingan alami dari industri penebangan kayu. Selain itu, Girlfriend Collective juga menggunakan pewarna yang ramah lingkungan.

Rilisan terbaru Girlfriend, Lite legging, dibuat dengan Econyl, yakni sebuah kain yang diproduksi oleh perusahaan Italia Aquafil yang mendaur ulang limbah jala ikan, karpet dan lain-lain yang ditemukan di laut menjadi bahan sejenis nilon.

3. Araks

instagram embed

Sang desainer Araks Yeramyan menghadirkan koleksi baju renang berbahan econyl yang kaya akan detail, seperti detail pita di bagian belakang hingga siluet one piece yang terlihat indah membingkai lekuk tubuh Anda.

4. Tropic of C

instagram embed

Lini baju renang besutan supermodel asal Afrika Selatan, Candice Swanepoel ini dibuat dengan menggunakan Econyl sebagai bahan dasarnya karena lebih nyaman sekaligus mengurangi sampah plastik di lautan. Koleksi baju renang dari Tropic of C tersedia dalam berbagai macam model mulai dari one-piece, two-piece, hingga gaya sporty.

5. Vitamin A by Amahlia Stevensen

instagram embed

Brand baju renang karya desainer Amahlia Stevensen ini menghadirkan desain yang stylish. Bahkan Stevenson mengembangkan sendiri bahan dasar lini pakaian yang berbasis di Los Angels ini. Adalah EcoLux, yang merupakan hasil daur ulang nilon.