Mengenal Gangguan PMS dan Cara Mengatasinya
Sebelum memasuki masa haid atau datang bulan, setiap perempuan biasanya akan merasakan berbagai gejala fisik atau perubahan pada tubuh. Hal ini disebut dengan gejala haid atau Premenstrual Syndrome.
PMS dikenal membuat perempuan merasa lebih sensitif terhadap perubahan mood hingga mudah marah, melemahkan daya tahan tubuh, mengalami kram perut, sakit pinggang, berjerawat, nyeri pada payudara, dan nafsu makan meningkat. Gejala fisik yang bisa dikategorikan sebagai PMS adalah gangguan yang dirasakan selama tiga bulan berturut-turut.
Pada sebagian perempuan, gangguan yang dirasakan bisa sangat menganggu aktivitas. Dalam beberapa kasus yang cukup parah, gejala kram perut bisa menimbulkan rasa mual hebat hingga menyebabkan muntah. Rasa sakit yang tak tertahankan bisa mengharuskan perempuan untuk bedrest.
PMS terdengar mengerikan? Jangan khawatir, ini merupakan hal yang normal dan wajar dialami oleh semua perempuan, kok. Kamu bisa menyiasati gangguan PMS dengan beberapa cara sederhana.
1. Kram Perut
Biasanya kamu akan merasakan rasa nyeri pada perut bagian bawah, dalam rentang waktu dua hingga lima jam. Ini merupakan gejala PMSyang paling umum dan paling dibenci oleh kaum hawa, karena dapat mengganggu aktivitas. Untuk meredakan rasa sakit, kamu bisa mengompres area perut bagian bawah dengan air hangat. Minum teh manis hangat juga bisa membantu.
Perbanyak konsumsi makanan mengandung magnesium seperti kacang-kacangan dan bayam. Hindari untuk minum air dingin seminggu sebelum masa haid menjelang. Melakukan yoga juga sangat direkomendasikan karena bisa membuat otot perut jadi rileks. Minum kunyit secara berkala juga sudah terbukti bisa meredakan rasa nyeri haid.
2. Jerawat
Timbulnya jerawat pada masa PMS disebabkan oleh ketidakseimbangan antara hormon esterogen dan testosteron. Perubahan hormon juga bisa berpengaruh terhadap kestabilan mood. Inilah yang membuat perempuan cenderung sensitif dan mudah marah saat haid. Selain itu, faktor seperti kekurangan cairan serta kebersihan juga menjadi hal utama.
Tips untuk mencegah timbulnya jerawat bisa dimulai dari menjaga kebersihan wajah, tangan, serta sarung bantal yang dipakai. Jangan malas membersihkan wajah jika memasuki masa PMS. Tak kalah penting, kendalikan dan hindari stres berlebih. Dianjurkan juga untuk menggunakan masker yang terbuat dari apel untuk mengangkat sel kulit mati pada wajah.
3. Nyeri Payudara
Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh hormon esterogen dan testosteron yang tidak seimbang. Kedua hormon ini aktif dan menjalankan tugasnya masing-masing. Jika hormon esterogen tinggi, maka akan mengakibatkan payudara membesar atau bengkak. Sedangkan jika hormon esterogen rendah, akan menimbulkan rasa nyeri semasa PMS.
Cara mengatasi rasa nyeri, cukup kenakan bra yang pas, kurangi asupan kafein dan garam sekitar 2 minggu. Bisa juga dengan mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri, tapi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 4. Sakit Pinggang
Hormon prostaglandin menjadi penyebab timbulnya rasa nyeri di punggung saat PMS. Hormon ini berfungsi sebagai pemicu kontraksi otot rahim untuk mengeluarkan darah saat haid. Kontraksi ini juga melibatkan otot punggung dan pinggang.
Rasa nyeri ini tak berlangsung lama, kok. Jadi tak butuh pengobatan khusus. Kamu hanya perlu minum banyak air putih, sering melakukan peregangan, dan banyak istirahat. 5. Daya Tahan Tubuh Melemah
Saat PMS, daya tahan tubuh perempuan menjadi lebih lemah. Hal ini menyebabkan perempuan jadi rentan terkena flu dan sariawan. Hal ini dikarenakan kadar hormon estrogen dan progesteron yang menurun jelang haid. Penurunan kadar hormon ini juga membuat kondisi kulit tubuh menjadi rentan secara keseluruhan. Untuk menghindari hal ini, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E.
