kumparan
26 Oktober 2018 17:07

Mengenal Menstrual Cup, Alat Penadah Darah Haid yang Ramah Lingkungan

MENSTRUAL CUP
Mengenal menstrual cup, alat penadah menstruasi yang ramah lingkungan. (Foto: Shutterstock)
Saat tamu bulananan tiba, pembalut sering menjadi pilihan paling populer yang digunakan saat menstruasi.
ADVERTISEMENT
Meskipun harus diganti tiap 4 sampai 6 jam sekali, pembalut masih menjadi primadona di kalangan perempuan Indonesia. Ironisnya menurut data dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pembalut menjadi salah satu pencemar paling tinggi di Indonesia. Tercatat dalam satu bulannya, pembalut bisa menyumbangkan sampah hingga 1,4 miliar banyaknya.
Namun, sebenarnya alat pelindung haid tidak cuma pembalut saja. Ada opsi lain yang lebih ramah lingkungan, yakni tampon dan menstrual cup yang bisa juga Anda jadikan pilihan.
Sayangnya, kedua alat ini belum begitu lazim digunakan di Indonesia.
Mengingat konsep memasukkan benda ke dalam vagina (Terutama untuk yang belum menikah) masih menjadi hal yang sangat tabu dan diperdebatkan di Indonesia.
Padahal di luar negeri, sebenarnya tampon maupun menstrual cup sudah menjadi pilihan yang biasa digunakan karena dianggap lebih praktis dan lebih ramah lingkungan dibandingkan pembalut.
ADVERTISEMENT
Lantas seperti apa sih menstrual cup itu dan bagaimana cara kerjanya?
MENSTRUAL CUP
Simpan menstrual cup dengan baik setelah dipakai agar tidak mudah terkontaminasi bakteri. (Foto: Shutterstock)
Menstrual cup sendiri sudah ada sejak tahun 1991 dan telah digunakan oleh beberapa perempuan Indonesia di kisaran tahun 2011. Namun, belakangan ini nama menstrual cup kembali diperbincangkan di Indonesia. Salah satu pemicunya adalah dari Instagram story dari lifestyle influencer Andrea Gunawan (@catwomanizer) yang memiliki lebih dari 79 ribu pengikut di Instagram.
Dalam Instagram Story-nya, ia sempat berbagi informasi mengenai menstrual cup kepada followersnya. Tak hanya itu, di kalangan perempuan yang telah menghabiskan waktunya untuk menetap di luar negeri juga menjadi terbiasa untuk menggunakan menstrual cup. Kebiasaan tersebut dibawa ke Indonesia. Banyak dari mereka yang terbuka dan berbagi pengalamannya di media sosial.
ADVERTISEMENT
Menstrual cup sendiri adalah cawan silikon yang bentuknya seperti corong minyak, dengan ukuran lebih kecil. Alat ini digunakan untuk “Menadah” darah selama menstruasi.
MENSTRUAL CUP
Ilustrasi menstrual cup saat berasa di dalam vagina (Foto: Shutterstock)
Biasanya, terdapat dua ukuran menstrual cup. Satu ukuran untuk perempuan yang sudah melahirkan dan yang kedua ukuran untuk yang belum pernah melahirkan. Berbeda dengan pembalut dan tampon yang harus beli baru setiap kali haid, menstrual cup atau cangkir menstruasi ini cukup beli satu kali saja, karena satu buah menstrual cup bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, kira-kira sekitar 10 tahun dan penggunaannya yang bisa dipakai berkali-kali.
Cara kerjanya pun sederhana, menstrual cup akan berada di dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Setiap 4-12 jam (Tergantung volume darah dan ukuran menstrual cup), menstrual cup perlu untuk dilepaskan, dikosongkan isinya, dibilas, kemudian dimasukkan kembali.
ADVERTISEMENT
Namun, perlu diingat setelah dan sebelum periode menstruasi, menstrual cup perlu disterilkan dengan sabun antiseptik dan air panas.
Sebelum menggunakan menstrual cup mungkin terbesit dalam benak Anda, bagaimana benda sebesar itu masuk ke dalam vagina?
Mudah saja, cukup melipat menstrual cup kemudian masukkan ke dalam vagina Anda. Sebelumnya pastikan tangan Anda bersih ya!
MENSTRUAL CUP
Lipat menstrual cup saat akan memasukkannya ke dalam vagina. (Foto: Shutterstock)
Bagi Anda yang masih khawatir, tenang saja menstrual cup tidak akan hilang ‘Tertelan’ ke dalam vagina karena vagina berbentuk seperti kantong, dengan dinding di sisi-sisinya, dan hanya memiliki satu jalan keluar masuk.
Selain ramah lingkungan, terdapat sejumlah kelebihan dalam menggunakan menstrual cup seperti:
1. Ekonomis
Harga satu menstrual cup berada di kisaran Rp300 ribu-Rp500 ribu. Memang terkesan mahal, tapi jika dibandingkan dengan biaya yang perlu Anda keluarkan untuk pembalut selama 10 tahun tentu akan jauh lebih ekonomis.
ADVERTISEMENT
2. Bebas dari bahan kimia
Menggunakan menstrual cup dapar meminimalisasi TSS atau Toxic Shock Syndrome maupun iritasi dan alergi.
3. Mengurangi risiko bocor
Hal ini bisa terjadi dengan catatan Anda sudah memahami siklus menstruasi Anda dan mengetahui kapan Anda harus mengosongkan menstrual cup.
4.Bebas dari bau tidak sedap
Saat menstruasi bau tidak sedap berasal dari kontak darah dengan bakteri dan udara. Namun, jika Anda menggunakan menstrual cup takkan ada bau tidak sedap tersebut.
Sedangkan dari segi kekurangan, bagi Anda yang baru akan mencoba menstrual cup tentu membutuhkan penyesuaian. Rasa tidak nyaman di awal pemakaian tentu ada. Selain itu kekurangan lainnya diperlukan juga perhatian ekstra untuk menjaga kesterilan menstrual cup yang hendak Anda kenakan saat menstruasi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan