Meskipun Aman, 7 Risiko Ini Tetap Dapat Terjadi Saat Operasi Plastik

Setiap tahun, angka pertumbuhan operasi plastik di dunia semakin meningkat. Tak hanya operasi wajah, kini tren semakin berkembang dengan banyaknya orang yang melakukan operasi plastik pada tubuh mereka.
Bahkan, di dunia, ada delapan macam operasi plastik yang dilakukan orang-orang. Sebut saja operasi iris mata hingga operasi six pack.
Baca juga: Iris Mata Hingga Six Pack, 8 Operasi Plastik Unik yang Bikin Takjub
Selama ini, operasi plastik memang tidak pernah dilarang. Namun, meskipun memiliki standar keamanan yang tinggi, bukan berarti operasi plastik terhindar dari resiko berbahaya, lho.
Dilansir Health Line, berikut tujuh komplikasi yang paling umum terjadi dalam operasi plastik:
1. Hematoma

Hematoma merupakan kantong darah yang menyerupai memar besar dan menyakitkan. Komplikasi ini terjadi pada satu hingga enam persen prosedur pembesaran payudara dan merupakan komplikasi paling umum setelah facelift. Komplikasi ini juga menjadi resiko hampir di semua operasi, dan pengobatannya terkadang mencakup operasi tambahan yang berfungsi untuk mengalirkan darah.
2. Kerusakan Saraf

Potensi kerusakan saraf dapat terjadi di seluruh prosedur pembedahan. Mati rasa dan kesemutan sering terjadi setelah operasi plastik. efek ini juga bisa menjadi tanda kerusakan syaraf.
Kebanyakan wanita mengalami perubahan sensitivitas setelah operasi pembesaran payudara dan 15% secara permanen kehilangan sensasi puting susu.
3. Infeksi

Meskipun perawatan pasca operasi mencakup langkah-langkah untuk mengurangi risiko infeksi, namun perawatan ini merupakan salah satu komplikasi operasi plastik yang paling umum. Dalam operasi payudara, misalnya, selulitis (infeksi kulit) terjadi pada dua hingga empat persen orang. Di beberapa kasus, infeksi bisa bersifat internal dan parah hingga membutuhkan antibiotik IV.
4. Deep Vein Thrombosis dan Pulmonary Embolism

Deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi di mana darah beku terbentuk di pembulu darah dalam, biasanya di kaku. Ketika bekuan ini putus dan berjalan ke paru-paru, kondisi ini dikenal sebagai pulmonary embolism (PE). Meski relatif jarang, namun komplikasi ini bisa berakibat fatal.
5. Jaringan Parut

Pembedahan biasanya menyebabkan terbentuknya beberapa jaringan parut. Karena operasi kosmetik berusaha memperbaiki penampilan Anda, bekas luka bisa sangat mengganggu. Jaringan parut hipertrofik misalnya, adalah bekas luka bawaan berwarna merah dan tebal abnormal yang terjadi pada sekitar dua sampai lima persen prosedur pembesaran payudara.
6. Kerusakan Organ

Liposuction bisa menjadi traumatis bagi organ dalam. Perforasi visceral dapat terjadi saat pemeriksaan bedah bersentuhan dengan organ dalam. Perbaikan luka ini dapat dilakukan dengan operasi tambahan. Perforasi juga bisa berakibat fatal.
7. Komplikasi Anastesi

Anastesi merupakan praktik yang memungkinkan pasien menjalani operasi tanpa merasakan sakit. Anastesi umum, di mana pengobatan digunakan untuk membuat Anda tidak sadarkan diri, terkadang bisa menimbulkan komplikasi.
Komplikasi anastesi pun dapat bermacam-macam, mulai dari infeksi paru-paru, stroke, serangan jantung, hingga kematian. Resiko anastesi yang lebih umum biasanya berupa seseorang akan terbangun dengan keadaan bingung, dan menggigil. Tetapi, ada resiko yang tidak biasa dialami seperti terbangun di tengah operasi.
