Tanggapan Ahli Estetika Soal Hasil Operasi Plastik Ratna Sarumpaet

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi operasi plastik. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi operasi plastik. (Foto: Thinkstock)

Tindakan prosedur kosmetik seperti operasi plastik menjadi jalan pintas yang dipilih aktivis Ratna Sarumpaet agar terlihat awet muda di usianya yang menjelang 70 tahun. Guna mengurangi kerutan ia baru-baru ini melakukan sedot lemak pada area pipinya.

Ratna pun mengalami efek samping pasca operasi plastik. Wajahnya terlihat lebam dan bengkak-bengkak.

Tak paham mekanisme operasi plastik, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melontarkan kalimat sinis terkait tampilan wajah Ratna saat ini.

"Yang saya pahami orang operasi plastik untuk mempercantik diri. Tapi kok Ratna tidak jadi cantik? Tetap saja seperti semula?" kata Ferdinand saat dihubungi, Rabu (3/10).

DR.dr. Ago Harlim.MARS., SpKK, pun meluruskan hal ini. Dijelaskan dokter Dermatovenereologist Aesthetic Dermatosurgery ini, pembengkakan wajah yang dialami Ratna tersebut merupakan hal yang wajar bagi seseorang yang baru saja menjalani prosedur sedot lemak.

"Pasien bengkak babak belur (seperti Ratna) biasanya di dua minggu pertama saja. Hasil operasi akan kelihatan minimal tiga bulan setelahnya," jelas dr Ago.

Ratna Sarumpaet. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ratna Sarumpaet. (Foto: Istimewa)

Jadi, wajah Ratna Sarumpaet memang belum akan terlihat 'cantik' hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan untuk menunggu hasil sedot lemaknya tampak maksimal, Ratna harus menunggu hingga satu tahun penuh.

Dijelaskan dr. Aro, sedot lemak tak lantas membuat kerutan di wajah seseorang sirna seketika, apalagi di wajah perempuan yang sudah berusia lanjut seperti Ratna Sarumpaet. Jika ingin hasil efektif dan tahan lama, pasien sedot lemak juga harus menjalani gaya hidup sehat.

Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
zoom-in-whitePerbesar
Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Selain itu dr. Ago juga menjelaskan ada banyak faktor yang mempengaruhi proses penuaan pada wajah. "Bukan cuma kulit sagging (kendur) saja, tapi muka manusia akan lost volume. Area samping mata, semakin tua akan makin turun. Mau ditarik seperti apapun, akan turun juga. Tulangpun ikut mengecil, jadi harus diisi," terangnya.

Inilah yang jadi alasan banyak orang melakukan filler atau suntik botoks pada wajahnya. Tak sedikit pula yang melakukan facelift untuk mengangkat kulit yang kendur.

"Tahannya (operasi plastik, sedot lemak, dan facelift) tergantung kehidupan pasien. Tergantung pola makannya sehat atau tidak, stres atau tidak, rajin olahraga apa enggak," tutup dr Ago.