Tips Memperoleh Modal dari Bank untuk Pebisnis UMKM Perempuan

20 September 2018 13:26
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Perempuan pekerja kreatif. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Perempuan pekerja kreatif. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
UMKM di Indonesia dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu meningkatkan perekonomian negara. Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62,92 juta unit atau 99,92 persen dari total unit usaha di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Kontribusi UMKM terhadap PDB (produk domestik bruto) pun dinilai cukup besar, hingga 60% setiap tahunnya. Dan menurut data yang dari International Finance Corporation (IFC), kurang lebih sebanyak 43 persen UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan.
Saat ini, partisipasi perempuan dalam sektor bisnis memang telah meningkat. Pada 2012 saja, keterlibatan perempuan dalam bidang wirausaha meningkat sebanyak 58 persen. Selain itu, ada perpindahan yang cukup signifikan juga dari sektor pekerjaan, yaitu perempuan mulai beralih dari petani ke pekerjaan yang menyediakan jasa.
Dengan adanya angka kenaikan tersebut, maka pihak perbankan juga mulai memberikan dukungan yang aktif kepada para pengusaha perempuan dengan meningkatkan akses permodalan kepada mereka.
Dalam acara International Council of Women (ICW), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menghadirkan panel-panel yang membahas tentang Akses pada Permodalan dan Perbankan sebagai Landasan Ketahanan Ekonomi Keluarga yang dimoderatori oleh Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI.
ADVERTISEMENT
Melalui panel ini terdapat banyak informasi penting bagi para pengusaha, terutama tentang peran perbankan dalam meningkatkan inklusi keuangan perempuan Indonesia dan pentingnya edukasi bisnis bagi para perempuan pengusaha.
Tidak hanya itu, ada beberapa tips yang patut diperhatikan bagi para perempuan agar lebih mudah dalam mendapatkan modal dari pihak bank. Apa saja?
1. Pastikan usaha selalu produktif
Untuk mendapatkan modal dari pihak bank, pastikan usaha Anda tidak berhenti di tengah jalan. Produktivitas, pemasukan, serta keuntungan menjadi faktor utama yang akan diperhatikan oleh pihak bank sebelum mereka memberikan pinjaman. Jika usaha Anda menunjukkan tingkat produktivitas yang cukup baik, maka pihak bank akan lebih yakin untuk berinvestasi terhadap usaha Anda.
2. Memiliki dokumen-dokumen resmi
ADVERTISEMENT
Ini adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh semua nasabah. Pastikan dokumen-dokumen pribadi Anda sudah lengkap saat mengajukan permintaan modal kepada pihak bank. Data-data seperti KTP, kartu keluarga, keterangan domisili, legalitas usaha (Akte pendirian usaha), ijin usaha (TDP dan SIUP), rekening tabungan 3 bulan terkahir, laporan keuangan, proposal usaha dan persyaratan tambahan lainnya akan diminta oleh bank atau perusahaan penyedia pinjaman.
Pertimbangkan Setiap Saran yang Masuk (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Pertimbangkan Setiap Saran yang Masuk (Foto: Unsplash)
3. Mengikuti program edukasi
Program edukasi merupakan hal yang sangat penting dan harus diikuti oleh para perempuan pengusaha. Karena semua modal atau pinjaman dari pihak bank akan dirasa percuma jika Anda tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis. Pengetahuan tersebut berupa cara-cara mengolah produk, memasarkan produk, menentukan kualitas bahan, hingga pengetahuan soal pembukuan keuangan harus dimiliki oleh perempuan pengusaha. Ada berbagai macam pelatihan atau seminar tentang UMKM yang bisa Anda ikuti, bahkan secara cuma-cuma.
ADVERTISEMENT
4. Bergabung dengan BUMN
Salah satu strategi efektif lainnya yang bisa Anda terapkan untuk mendapatkan modal usaha lebih mudah dari bank adalah dengan bergabung dengan berbagai program yang dibuat oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah Rumah Kreatif BUMN. Atau Anda juga bisa mendaftar menjadi salah satu nasabah di bank BUMN seperti BRI, Mandiri atau BNI.