kumparan
20 Maret 2019 19:29

1 April, Kominfo Umumkan Pemenang Tender Satelit Satria Indonesia Raya

Menkominfo Rudiantara
Menkominfo Rudiantara Foto: Hafidz Mubarak/Antara
Pemerintah Indonesia berencana untuk meluncurkan satelit multifungsi yang diberi nama Satria (Satelit Indonesia Raya). Satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini bertujuan menyebar koneksi internet ke daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan serat optik.
Nantinya, satelit ini akan menghubungkan sekolah, puskesmas, kantor desa, atau kelurahan, di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.
"Satelit itu menjangkau titik-titik itu. Teknologi HTS akan menjangkau 150 ribu titik, 90 ribu titik sekolah, 23 kantor lebih, puskemas dan fasilitas kesehatan. Itu semua akan terhubung dengan satelit HTS," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat dijumpai di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (20/3).
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo telah membuka tender untuk penggarapan satelit ini yang sekarang tersisa dua perusahaan dalam tender tersebut, yakni Konsorsium Iforte HTS dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Proyek ini akan mencakup mulai dari pembiayaan, perancangan, pengadaan, pembangunan, peluncuran, pengoperasian, hingga pemeliharaan.
Perusahaan satelit PSN.
Perusahaan satelit PSN. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Rencananya, Kominfo akan mengumumkan pemenang tender satelit di antara kedua perusahaan tersebut pada April mendatang. Perakitan satelit dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun dan diluncurkan pada 2022.
"Perkiraan nanti, 1 April kita akan mengumumkan pemenang konsorsium untuk satelit Satria. Saat ini tinggal dua perusahaan dalam negeri ya, Konsorsium Iforte dan PSN," ungkap Rudiantara.
Saat ini, BAKTI sendiri sedang menilai penawaran mana yang paling efisien dari Iforte dan PSN. Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, mengatakan konstruksi satelit HTS ini membutuhkan waktu tiga tahun.
Untitled Image
Ilustrasi satelit. (Foto: Wikimedia Commons)
Ketika nanti diluncurkan pada 2022, bukan berarti satelit Satria langsung bisa beroperasi. Bakal ada proses pengaturan terlebih dahulu yang membuat satelit ini baru bisa beroperasi pada awal 2023.
"Kalau tidak ada kendala di akhir tahun 2022 itu diluncurkan. Tapi namanya satelit begitu sampai tidak langsung beroperasi. Ada setting-setting, adjustment. Jadi, kami targetkan awal 2023 satelit ini akan beroperasi," paparnya.
Total kapasitas yang disediakan satelit Satria ini nantinya akan mencapai 150 Gbps, atau 10 kali lipat lebih besar dari Satelit Nusantara Satu yang baru meluncur pada 22 Februari 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan