2020, Gojek Masuk Malaysia dan Filipina

2 November 2019 16:58 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Logo baru Gojek di helm milik mitra pengemudi. Foto: Dok. Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Logo baru Gojek di helm milik mitra pengemudi. Foto: Dok. Gojek
ADVERTISEMENT
Gojek telah merayakan ulang tahunnya yang ke-9. Beranjak semakin dewasa, perusahaan asal Indonesia itu akan terus mengepakkan sayapnya berekspansi ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
Andre Soelistyo, co-CEO Gojek, mengatakan bahwa perusahaannya masih terus berupaya menancapkan bisnis di Malaysia dan Filipina. Ia berharap hal itu akan segera terwujud di tahun 2020.
Khusus di Malaysia, Gojek mengatakan justru pemerintah setempat yang meminta agar Gojek membuka layanan di sana. Sementarra di Filipina, Gojek terkendala isu regulasi modal lokal.
“Kita sudah berkembang di Indonesia, kemudian di Thailand, Vietnam dan Singapura. Tahun depan ada dua negara. Kami sudah berupaya untuk ada di dua negara tersebut,” ungkap Andre ketika ditanya soal perkembangan ekspansi di Filipina dan Singapura.
Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Di Filipina sendiri, Gojek sudah menyediakan layanan pembayaran digital lewat perusahaan Coins di awal 2019. Gojek mengakuisisi fintech asal Filipina itu sebesar 72 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1 triliun.
ADVERTISEMENT
Dengan kehadiran Coins di Filipina, Andre berharap itu bisa mempermudah berbagai layanan Gojek untuk segera hadir di sana. Begitu pula dengan negara di mana Gojek sudah tersedia, Andre berharap bisa menyediakan layanan-layanan lain yang ada di Indonesia atau yang dibutuhkan negara tersebut.
“Tahun depan mudah-mudahan layanan yang sudah ada di Indonesua bisa dibuka di negara lain dengan cepat. Tinggal pemimpin di negara tersebut yang pilih. Kadang-kadang yang unik di Indonesia enggak laku di negara lain. Kita akan kembangkan lebih lokal lagi supaya bisa laku,” jelas Andre.
Lebih lanjut Andre mengatakan bahwa ia bersedia menyediakan layanan on-demand apapun yang dibutuhkan di negara tersebut, “yang penting bisa memuaskan.”
Logo baru Gojek. Foto: Dok. Gojek
Gojek sudah mengaspal di Singapura, Vietnam dan Thailand. Basis pengguna dari ketiga negara tersebut sudah berkontribusi hingga 20 persen untuk total jumlah pengguna Gojek, sementara Indonesia mencapai 80 persen.
ADVERTISEMENT
Andre mengungkap bahwa ke depannya, aksi ekspansi bisa membuat komposisi jumlah pengguna menjadi 50:50 antara Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara. Target tersebut ia harapkan bisa dicapai dalam waktu 5 tahun.
“50:50 mungkin 5 tahun. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Itu sebuah mimpi. Kalau berjalan lancar bisa lebih cepat lagi,” kata Andre.
Ia tidak menyebutkan berapa total investasi yang dikerahkan perusahaan untuk ekspansi layanan ke negara-negara di Asia Tenggara. Namun, di tahun lalu, perusahaan telah mengeluarkan 500 juta dolar yang diharapkan cukup untuk mendanai kebutuhan ekspansi ke depan.