3 Fitur Baru Kontrol Video FYP TikTok Dirilis, Apa Saja?
·waktu baca 3 menit

Selama ini pengguna TikTok menyerahkan sepenuhnya konten yang muncul di For You Page (FYP) kepada algoritma. Kini, si aplikasi menawarkan cara baru untuk mengendalikan feed FYP penggunanya.
Dengan algoritma, pengguna tidak memiliki banyak kendali terhadap video seperti apa yang tayang di FYP. Meski kontennya berdasarkan ketertarikan pengguna, tidak jarang beberapa video yang muncul tidak diinginkan pengguna.
TikTok akhirnya memperkenalkan fitur yang memberi kendali ke pengguna aplikasi untuk mengatur FYP. Ada tiga pembaruan fitur yang dirilis dalam beberapa minggu ke depan.
Sebelumnya TikTok punya tombol 'not interested' yang bisa dipakai pengguna untuk menandai video yang tidak menarik di matanya tidak muncul lagi. Masalahnya, algoritma TikTok mungkin agak kesulitan mengkategorikan video tersebut.
Pada update terbaru pengguna dapat memblokir suatu topik video lebih spesifik. Setelah mengklik 'not interested', pengguna akan diberi pilihan apakah ingin memblokir video dengan caption atau hashtag yang ada di konten tadi atau tidak.
Misal, memblokir 'memasak' atau 'es krim'. Video dengan dua caption atau hashtag itu tidak akan muncul lagi di FYP. Dengan catatan, beberapa kata tidak bisa difilter. Fitur ini mirip dengan Mute di Twitter.
“Misalnya, kategori konten tertentu mungkin tidak memenuhi syarat untuk direkomendasikan, dan penonton dapat menggunakan fitur "not interested" kami untuk secara otomatis melewati video dari kreator atau yang menggunakan audio yang sama,” tertulis pada sebuah postingan blog TikTok.
Untuk lebih memberdayakan penonton dengan cara menyesuaikan pengalaman menonton mereka, kami meluncurkan alat yang dapat digunakan orang untuk memfilter video secara otomatis dengan kata-kata atau hashtag yang tidak ingin mereka lihat dari FYP atau Followed.
- TikTok -
Filter video khusus seperti konten sedih
TikTok juga memperkenalkan sistem filter baru khusus untuk kategori 'yang sekali ditonton tidak apa-apa, berulang kali akan jadi masalah'. TikTok memberi contoh seperti video sedih, fitness berat, dan diet untuk kategori ini.
Nantinya video ini tetap akan muncul di FYP pengguna, sesuai ketertarikan mereka, tapi intensitas atau frekuensinya akan diturunkan. Jadi pengguna akan melihat lebih sedikit konten seperti ini.
“Tahun lalu kami mulai menguji cara untuk tidak merekomendasikan serangkaian konten serupa tentang topik yang mungkin baik-baik saja sebagai satu video tetapi berpotensi bermasalah jika dilihat berulang kali, seperti topik yang berkaitan dengan diet, kebugaran ekstrem, kesedihan, dan topik kesehatan lainnya.”
Content Level untuk mencocokkan “kedewasaan” suatu video dengan penonton
Kemudian ada sistem filter usia baru diperkenalkan yang diberi nama Content Level. Sistem ini akan membantu pengguna menghindari konten yang tidak diinginkan berdasarkan 'tingkat kedewasaan'. Misal pada remaja, ada konten yang sebenarnya sudah legal ditonton tapi terlalu dewasa untuk remaja.
“Atau, untuk anggota komunitas remaja kami, beberapa konten mungkin berisi tema dewasa atau kompleks yang mungkin mencerminkan pengalaman pribadi atau peristiwa dunia nyata yang ditujukan untuk pemirsa yang lebih tua,” lanjut TikTok.
“Menyadari hal ini, kami berupaya membangun sistem baru untuk mengatur konten berdasarkan kedewasaan tematik.”
Algoritma TikTok akan mengenali kadar kedewasaan suatu video. Konten yang terlalu dewasa tidak akan masuk FYP pengguna di rentang umur 13-17 tahun.
“Fokus kami tetap menciptakan pengalaman paling aman dan paling menyenangkan bagi komunitas kami dan kami akan terus mendengarkan umpan balik dari komunitas kami dan terus berkonsultasi dengan pakar independen,” tutup TikTok.
