Kumparan Logo

5 Kontroversi Elon Musk, Sang ‘Person of the Year 2021’ Versi Time

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Mike Blake/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Mike Blake/Reuters

Kaya, inovatif, dan futuristik. Tiga kata tersebut lekat dengan Elon Musk, yang baru saja dinobatkan sebagai ‘Person of the Year 2021’ oleh majalah Time pada pertengahan Desember ini.

Time mengatakan bahwa mereka memilih orang terkaya di dunia itu karena pekerjaannya di luar angkasa untuk mencari planet baru bagi manusia, pengembangan mobil listriknya, dan minatnya pada cryptocurrency. Di sisi lain, majalah itu juga mengakui sisi nakal Musk – mencatat bahwa dia "suka men-tweet kotorannya".

Tak lama usai Time mengumumkan Musk sebagai Person of the Year, media sosial menjadi gaduh. Banyak pihak yang menganggap bahwa memilih Musk menyandang gelar tersebut adalah sebuah keputusan yang buruk.

X post embed

Bagaimanapun, Time menekankan bahwa Person of the Year bukanlah sebuah penghargaan. Majalah tersebut bilang, gelar itu diberikan sebagai "pengakuan terhadap orang yang paling berpengaruh pada peristiwa tahun ini, baik atau buruk".

Gelar Person of the Year sendiri sebelumnya diberikan kepada Paus, petugas kesehatan Ebola dan aktivis lingkungan Greta Thunberg. Gelar ini juga pernah diberikan kepada Hitler dan Stalin, yang menerimanya dua kali.

Terkadang, gelar itu bahkan tidak diberikan kepada orang personal. Pada tahun 1982, Time memberikannya kepada "The Computer". Majalah itu juga pernah memberikan gelar Person of the Year kepada “You” – seiring dengan berkembangnya user-generated content di era digital.

Kritikan yang muncul usai pengumuman Person of the Year 2021 dari Time memang dapat dipahami. Di samping citranya sebagai orang terkaya yang ambisius menjajah Mars, Elon Musk punya banyak kontroversi: dari ‘nyebat’ ganja di podcast sampai shitposting meme yang merugikan investor.

Time bahkan mendeskripsikan Musk dengan istilah yang sangat luas, mulai dari “badut, jenius, edgelord, visioner, industrialis, pemain sandiwara.”

Lantas, kontroversi apa saja sih yang pernah Elon Musk buat?

CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Foto: Mike Blake/Reuters

Sebar teori konspirasi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang muncul pada akhir 2019 membuat banyak teori konspirasi bermunculan. Masalahnya, teori konspirasi yang keliru itu enggak hanya dianut oleh orang biasa, tetapi juga oleh orang terkaya di dunia yang aktif nge-tweet di hadapan 66 juta followers-nya.

Sejak pandemi virus corona muncul, Elon Musk sering mengeluarkan opini yang mislead lewat akun Twitter pribadinya. Ia juga meragukan tingkat keparahan virus corona, meski jumlah kasus terus meningkat baik di Amerika Serikat maupun di dunia.

Pada 1 Juli 2020, misalnya, Musk sempat berkicau soal kemungkinan salah diagnosis dalam tes PCR (polymerase chain reaction) virus corona. Dia mengeklaim bahwa tingkat error tes sebesar 5 persen bisa menyebabkan 17 juta orang disebut mengidap COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona.

Sebelumnya, Musk juga sempat menyebut protokol lockdown yang diterapkan sejumlah negara bagian AS sebagai tindakan ‘fasis’. “Itu melanggar kebebasan orang dengan cara yang mengerikan dan salah dan bukan mengapa mereka datang ke Amerika atau membangun negara ini,” kata Musk dalam sebuah pertemuan dengan investor Tesla, seperti yang dilaporkan Business Insider.

X post embed

Dalam pertemuan itu, Musk memuji negara bagian Texas yang berencana melonggarkan lockdown per 1 Mei 2020. Setelah negara bagian tersebut melonggarkan lockdown mereka, Texas mengalami pertumbuhan orang terinfeksi virus corona hingga 396.867 kasus sejak 1 Mei hingga 29 Juli 2020. Padahal pada 30 April 2020, negara bagian itu ‘hanya’ memiliki 28.455 kasus virus corona.

Karena terlalu banyak menyebar opini tak berdasar, Elon Musk bahkan sempat ditegur oleh Bill Gates – yang secara harfiah meminta CEO Tesla itu menjaga bacotnya.

“Posisi Elon adalah untuk mempertahankan tingkat komentar keterlaluan yang tinggi," kata Gates dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

"Dia tidak banyak terlibat dalam vaksin. Dia membuat mobil listrik yang hebat. Dan roketnya bekerja dengan baik. Jadi dia diizinkan untuk mengatakan hal-hal ini. Saya harap dia tidak membingungkan area yang dia tidak terlibat terlalu banyak,” sambungnya.

Meme dealer di Twitter (sampai bikin rugi investor)

Omong-omong soal Twitter, media sosial tersebut merupakan tempat Musk mengutarakan apa pun yang ada di pikirannya.

Meski terkadang berisi update informasi terbaru tentang perusahaannya, kicauannya lebih banyak diisi oleh tweet shitposting tanpa konteks, ejekan troll internet khas bocah berusia 10 tahun, dan meme (sangat banyak meme hingga ia sering disebut meme dealer).

Sementara Musk senang membagikan lelucon absurd-nya di Twitter, ada kalanya ia menyampaikan lelucon itu di kondisi yang tidak tepat.

X post embed
X post embed

Pada Mei 2020, misalnya, Musk nge-tweet bahwa "Harga saham Tesla terlalu tinggi” di tengah optimisme pasar terhadap prospek perusahaan itu. Usai nge-tweet demikian, harga saham Tesla turun 10 persen lebih rendah dari hari sebelumnya.

Gara-gara tweet tersebut, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC) mengatakan bahwa kicauan Musk dapat ditinjau karena membahas kondisi keuangan perusahaan. Tesla, di sisi lain, mengatakan tidak perlu karena tweet itu adalah "pendapat pribadi."

Tweet tersebut bukan satu-satunya lelucon Musk yang tak sensitif kepada investor.

Pada 2018 lalu, Musk sempat bikin tweet yang sangat konyol sampai-sampai investor Tesla secara literal meminta dia menjaga bacotnya. Ini terjadi setelah Musk mengejek SEC sebagai Shortseller Enrichment Commission.

Makin epic, perseteruannya dengan SEC kala itu sebenarnya disebabkan oleh tweet candaannya sendiri yang bilang mau membuat Tesla jadi perusahaan privat dengan harga saham 420 dolar per lembar – candaan yang menurut SEC merupakan informasi yang “salah dan keliru” hingga layak diberikan hukuman.

X post embed

Hukuman yang diberikan SEC kepada Musk termasuk denda uang 20 juta dolar AS dan pencopotan posisinya dari posisi dewan di Tesla. Musk juga diperintahkan untuk memakai pengacara Tesla guna menjalankan akun Twitternya.

‘Nyebat’ ganja di podcast

Tak hanya jadi penyebar meme atau meme dealer, Elon Musk juga telah jadi meme. Salah satunya adalah ekspresinya yang tak ternilai saat menghisap ganja di podcast.

Pada 2018 lalu, Musk datang sebagai tamu di Joe Rogan Podcast, salah satu podcast yang paling banyak ditonton pada tahun tersebut. Selama penampilannya di acara itu, Musk menghisap ganja bersama dari Rogan, pembawa acara yang merupakan maniak ganja.

Bagaimanapun, Musk tampaknya tidak benar-benar tahu apa yang dia lakukan saat melakukan hal tersebut. Namun, reaksinya usai mengisap ganja telah abadi dalam bentuk meme foto dan gif.

X post embed

Musk kemudian mengungkapkan pada acara 60 Minutes di stasiun TV CBS bahwa dia benar-benar tidak tahu apa yang dia lakukan di podcast tersebut.

“Saya agak impulsif. Saya tidak benar-benar ingin mencoba untuk mengikuti beberapa template CEO. Saya tidak merokok ganja. Karena siapa pun yang menonton podcast itu tahu bahwa saya tidak tahu cara merokok ganja, atau apa pun,” katanya.

Sebut kru penyelamat anak sebagai ‘pria pedo’

Pada Juni 2018, 12 anak laki-laki dari sebuah tim sepak bola remaja terperangkap di sebuah gua di Thailand. Mereka berhasil diselamatkan setelah hampir satu bulan terperangkap, dan menjadi salah satu momen paling dramatis tahun itu.

Di tengah kegembiraan aksi penyelamatan yang sukses, ada Elon Musk yang ribut dengan Vernon Unsworth, seorang penyelam gua andal asal Inggris yang ikut dalam tim penyelamatan di Thailand.

Kasus ini bermula ketika Musk dikabarkan mengirim tim insinyur dan kapal selam kecil ke Thailand. Namun, tim itu tidak digunakan dalam upaya penyelamatan.

Tim sepak bola U-16 yang terperangkap di dalam gua Tham Luang menerima perawatan dari seorang dokter di Chiang Rai, Thailand. Foto: Navy Seal / Handout Thailand melalui REUTERS

Unsworth kemudian menuduh Musk hanya melakukan aksi humas dan mengatakan kepada CNN bahwa dia bisa "menempelkan kapal selamnya di tempat yang sakit." Musk pun membalas dengan serangkaian tweet hinaan – salah satunya menyebut Unsworth sebagai 'pria pedo.'

Tak terima dengan hinaan tersebut, Unsworth menyeret Musk ke meja hijau dengan tuduhan pencemaran nama baik. Pada akhirnya, Musk berhasil memenangkan kasus tersebut setelah berargumen bahwa istilah ‘pria pedo’ adalah penghinaan umum di Afrika Selatan yang identik dengan "orang tua yang menyeramkan (dan) yang ditujukan untuk menghina penampilan dan perilaku seseorang."

Tak menepati janji

Musk, yang saat ini memiliki kekayaan bersih 236,8 miliar dolar AS menurut Forbes, punya reputasi sebagai orang yang tidak menepati janji atau estimasinya terhadap sesuatu.

Pada tahun 2016, misalnya, Musk berkicau di Twitter bahwa mobil Tesla yang sepenuhnya otonom akan tersedia dalam waktu sekitar dua tahun. Hingga saat ini, janji tersebut belum terwujud karena mobil Tesla masih semi-otonom.

Pada 2019, Musk juga pernah menjanjikan layanan 1 juta mobil taksi otonom dari Tesla, yang disebut Robotaxi, meluncur pada 2020. Layanan tersebut belum ada hingga saat ini.

“Ketepatan waktu bukanlah kekuatan saya,” kata Musk di hadapan investor Tesla pada tahun lalu.

Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Joe Skipper/Reuters

Selain itu, Musk juga kerap dikritik karena terlalu berlebihan dalam memasarkan produk perusahaannya.

Selain SpaceX dan Tesla, Musk punya perusahaan yang disebut The Boring Company. Ini merupakan perusahaan infrastruktur terowongan yang ia klaim akan menjadi masa depan perjalanan dalam kota dengan mobil.

Produk andalan The Boring Company adalah terowongan berkecepatan tinggi di bawah kota-kota besar.

“Jika Anda membuat ratusan terowongan dan memiliki lusinan stasiun kecil yang dijalin di seluruh struktur kota, Anda sebenarnya dapat, bahkan tanpa tampilan kota yang berbeda, Anda dapat menyelesaikan masalah transportasi," begitu kata Musk pada saat meluncurkan proyek terowongan The Boring Company pada 2018 lalu.

"Dibandingkan dengan sistem di atas tanah atau dibandingkan dengan mobil terbang, Anda tidak perlu khawatir tentang cuaca buruk. Anda tidak dapat melihatnya, mendengarnya, merasakannya, Anda tidak membagi komunitas dengan jalur, dan kami pikir kami dapat membuat ini sangat menyenangkan."

Meski demikian, contoh awal proyek terowongan berkecepatan tinggi dari The Boring Company di Las Vegas meninggalkan kesan yang jauh dari imajinasi futuristik bagi netizen. Terowongan ini tampak seperti terowongan biasa dengan tambahan lampu neon yang fancy.

X post embed