AI PC Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan ASUS ExpertBook Ultra Relevan di 2026
·waktu baca 5 menit

Industri PC memasuki fase “AI‑first” yang lebih dari sekadar peningkatan spesifikasi incremental. Data survey menunjukkan akselerasi jelas. Sebagai contoh, lembaga riset Gartner melaporkan bahwa pangsa AI PC, yang telah mencapai sekitar 31% dari pasar global pada akhir 2025 lalu, akan melonjak menjadi lebih dari 50% pada 2026.
Menurut Eric Khoven, Director of Commercial ASUS Indonesia, ke depan, mayoritas perangkat baru akan membawa kemampuan AI on‑device sebagai standar. AI bukan lagi sekadar fitur tambahan yang nice to have, dan tahun 2026 jadi momen kunci peralihan.
Proyeksi pergeseran teknologi tersebut menegaskan bahwa salah satu faktor penentu pengambilan keputusan saat pengadaan di perusahaan tak lagi berkutat pada “perlu AI atau tidak”. Pertanyaannya akan sudah mulai bergeser ke arah “AI PC mana yang paling sesuai peran dan use case scenario-nya di perusahaan”.
Di saat yang sama, siklus refresh perangkat juga semakin terdesak oleh berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025. Kondisi yang terjadi membuat dorongan industri komersial untuk migrasi perangkat kian intens. Khususnya instansi di segmen enterprise yang mewajibkan kecepatan, keamanan, dan efisiensi biaya.
Dari “Spec War” ke “Workflow War”
Perbedaan utama AI PC dibandingkan laptop atau PC generasi sebelumnya adalah workload AI yang berjalan secara lokal. Laptop kelas Copilot+ PC dari Microsoft mendefinisikan baseline yang tegas.
Perangkat harus memiliki Neural Processing Unit (NPU) dengan performa minimal 40 TOPS. Tak hanya itu, RAM juga minimal 16GB dan media penyimpanan SSD harus memiliki kemampuan yang memadai agar pengalaman AI berjalan mulus di perangkat, bukan bergantung penuh pada cloud.
Konsekuensinya pun cukup signifikan untuk produktivitas. Latensi turun, privasi meningkat karena data sensitif tak perlu keluar perangkat, dan beban biaya layanan cloud untuk tugas harian bisa ditekan secara signifikan.
“Pendekatan yang berlaku saat ini mulai menggeser pertanyaan saat tim procurement akan melakukan pembelian aset,” sebut Eric. “Dari sebelumnya pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat CPU/GPU, kini bergeser menjadi seberapa banyak tugas AI harian seperti transkrip, terjemahan, ringkasan meeting, pencarian dan dokumentasi data dapat diselesaikan lokal dengan respons instan dan hemat daya,” sebutnya.
Pada akhirnya, Eric menambahkan, fokus pada spesifikasi dan kinerja perangkat pelan-pelan tergantikan dengan fokus pada kemampuan mendukung operasional kerja atau workflow, dan proses bisnis secara optimal, berbasis AI on-device.
Keamanan Bukan Sekadar Aksesori
Seiring meningkatnya nilai data perusahaan, serangan pada lapisan firmware juga menjadi perhatian. Di sinilah standar Secured‑core PC dan Microsoft Pluton semakin memperkuat pondasi keamanan Windows modern.
Alasannya simpel. Keduanya dirancang untuk menyediakan root of trust berbasis hardware, melindungi proses boot dan identitas, serta menerima pembaruan firmware terkelola. Kombinasi semuanya dapat membentuk jalur keamanan chip‑to‑cloud yang konsisten.
Untuk ketahanan platform di jangka panjang, pedoman NIST SP 800‑193 menegaskan tiga kemampuan inti. Mencegah perubahan tak sah pada firmware, mendeteksi anomali, dan memulihkan sistem ke kondisi tepercaya.
Tak hanya itu, adopsi kriptografi post‑quantum seperti ML‑KEM (FIPS 203) dan ML‑DSA (FIPS 204) mulai dilihat sebagai investasi strategis. Terutama untuk rantai kepercayaan firmware/BIOS dan tanda tangan digital jangka panjang.
ASUS ExpertBook Ultra. Elegansi, Kecerdasan dan Reliabilitas dalam Satu Paket
“Di tengah peta persaingan AI PC, ASUS ExpertBook Ultra hadir dan memosisikan diri sebagai flagship untuk profesional dan pimpinan bisnis,” sebut Eric. “Laptop bisnis ini menawarkan kombinasi mobilitas, kecerdasan, dan keamanan tanpa kompromi yang dibutuhkan oleh industri,” sebutnya.
Dari sisi fisik, ASUS ExpertBook Ultra mengusung sasis magnesium‑aluminium CNC dengan Nano Ceramic berketahanan 9H, bobot mulai 0,99 kg, ketebalan 10,9 mm, serta port lengkap di kedua sisi. Layar 14 inci 3K Tandem OLED dengan puncak 1.400 nits (HDR) dengan kaca Corning Gorilla Glass Victus berlapis matte, dan rasio kontras khas OLED menghadirkan kejernihan menawan untuk pekerjaan detail maupun presentasi.
Di jantung performa, ExpertBook Ultra menawarkan konfigurasi hingga Intel Core Ultra X9 Series 3 generasi terbaru dengan NPU 50 TOPS, menjadikannya siap untuk beban kerja AI modern dan multitasking berat di form factor yang ultra‑ringkas.
Keunggulan ini bukan hanya soal angka. Ini tentang konsistensi performa di skenario nyata saat menjalankan transkripsi rapat real‑time, summarization dokumen, pengayaan visual berbasis AI, hingga asistensi kreatif, tanpa melambungkan konsumsi daya.
Di atas pondasi hardware, ASUS MyExpert menjadi jembatan menuju manfaat AI yang nyata untuk dipakai sehari‑hari. ASUS MyExpert menghadirkan interaksi natural‑language untuk bantuan terkait PC, ringkasan dan terjemahan dokumen, pencarian file terpadu lintas lokal maupun cloud, serta meeting intelligence yang secara otomatis menghasilkan transkrip, terjemahan, ringkasan dan daftar tindak lanjut.
Bagi pemimpin tim dan staf operasional, fitur tersebut memangkas friksi administrasi dan mempercepat kolaborasi lintas fungsi, parameter yang berdampak langsung pada ROI. Dalam ekosistem Windows, tren industri menunjukkan semakin banyak vendor software memprioritaskan on‑device AI dan model bahasa kecil (SLM) lokal pada 2026, membuat perangkat dengan NPU kuat semakin relevan untuk beban kerja harian.
Industri Berubah, Standar Flagship Semakin Tinggi
Jika era 2019–2023 ditandai oleh perlombaan ultrabook tipis, maka era tahun 2025–2026 adalah eranya laptop AI. Industri pun kini sudah beralih, mengukur nilai perangkat sekarang dilakukan dengan mengetahui seberapa cepat perangkat tersebut dapat menyelesaikan workflow, bukan hanya skor benchmark sintetis yang ditawarkan.
ASUS ExpertBook Ultra didesain secara khusus untuk memadukan form-factor ultra-ringan yang profesional, performa AI‑first yang konsisten, keamanan enterprise‑grade dan pengalaman pengguna yang mendukung proses bisnis.
Di atas kertas, angka‑angkanya impresif. Di lapangan, dampaknya terukur pada respons rapat lebih cepat, dokumen yang selesai lebih ringkas, kolaborasi yang lebih rapih, downtime yang lebih jarang, serta biaya cloud harian yang lebih terkendali.
Dalam konteks di atas, memilih AI PC flagship seperti ASUS ExpertBook Ultra bukan lagi preferensi teknologi. Melainkan sudah menjadi strategi bisnis untuk mengamankan keunggulan kompetitif di era kerja yang semakin cerdas dan terdistribusi.
