Alasan Balikpapan Dipilih Jadi Kota Terakhir Peluncuran 5G Indosat Ooredoo
·waktu baca 2 menit

Indosat Ooredoo kembali meluncurkan layanan 5G. Kali ini giliran kota Balikpapan yang jadi tujuan, sekaligus menjadi kota terakhir peluncuran jaringan 5G di tahun ini.
Bukan tanpa alasan kenapa Balikpapan dipilih menjadi tempat terakhir launching layanan 5G di tahun 2021, alasannya karena Balikpapan dinilai bakal menjadi kota terdekat dengan calon ibu kota baru Indonesia.
Balikpapan juga menjadi salah satu wilayah sentral ekonomi di Kalimantan Timur, terutama dalam bidang industri manufaktur. Hal ini disampaikan oleh Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Balikpapan merupakan kota di Kalimantan Timur dengan industri manufaktur sebagai penggerak utama perekonomian. Tercatat sektor manufaktur menyumbang 47% dari Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2020, sedangkan perikanan laut menjadi kontributor utama di sektor pertanian.
Dijelaskan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, Balikpapan adalah kota yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama dalam industri minyak bumi. Dengan rencana pindahnya ibu kota ke Kalimantan Timur, maka kota Balikpapan berpotensi berkembang dengan sangat pesat.
“Kami senang menjadi bagian dari perjalanan Indosat Ooredoo dalam merevolusi tanah air memanfaatkan kekuatan transformatif 5G. Kami berharap teknologi 5G akan mengubah cara industri beroperasi sehingga dapat mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekspor,” katanya dalam acara launching jaringan 5G Indosat Ooredoo, Kamis (16/12).
Seiring dengan Balikpapan menjadi pintu gerbang dari ibu kota baru, saya tidak sabar untuk menyaksikan transformasi digital yang masif di kawasan ini, yang didukung tentunya oleh layanan 5G dari Indosat Ooredoo,”
- Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur -
Sementara Mohammad Rudy, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang hadir dalam acara peresmian itu berharap, teknologi 5G dapat mempercepat implementasi Smart City, Smart Government, dan Smart Industry guna mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan sehingga turut menjadi akselerator perekonomian nasional.
Hadir pula Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santosa Purwokartiko; dan Head of Mobile Networks Nokia Indonesia, Frederic Chapelard.
