ASIX Sinarmas, ITB, & China Mobile Luncurkan Platform AI LIBRA
·waktu baca 3 menit

ASIX Indonesia Cerdas (ASIX) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan China Mobile resmi meluncurkan LIBRA, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang sebagai asisten digital untuk kebutuhan enterprise. ASIX merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas.
Platform AI LIBRA diluncurkan di ITB Innovation Park, Bandung, dalam acara bertema “Future Activated” pada Rabu (12/5). Momentum tersebut sekaligus menandai upaya menghadirkan ekosistem kerja baru yang lebih adaptif, efisien, dan terintegrasi.
ITB Innovation Park dipilih sebagai tempat peluncuran karena kawasan ini menjadi rumah bagi AI Joint Lab, hasil kolaborasi antara Sinarmas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi tersebut turut melibatkan China Mobile JiuTian Artificial Intelligence Technology (Beijing) Company Limited.
LIBRA diposisikan bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra digital yang mampu mengotomatiskan berbagai alur kerja administratif. Dengan begitu, tim di dalam organisasi dapat lebih fokus pada pekerjaan strategis yang bernilai tinggi.
Secara fungsional, LIBRA menawarkan beragam fitur yang menyasar efisiensi kerja sehari-hari. Mulai dari AI Assistant untuk menjawab kebutuhan informasi, Document Translator and Summarizer untuk merangkum laporan, hingga Meeting Transcription yang secara otomatis mengubah diskusi menjadi catatan terstruktur.
Tak hanya itu, platform ini juga dilengkapi Image Generator serta fitur dubbing multibahasa untuk mendukung komunikasi bisnis yang lebih modern. Seluruh kemampuan tersebut terintegrasi dalam LIBRA Business Suite yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi di tingkat departemen.
Presiden Direktur ASIX, Andrie Tjioe, menjelaskan bahwa LIBRA dirancang untuk menjawab kebutuhan perusahaan modern yang bergerak cepat.
“LIBRA bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra digital yang aman untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah. Baik dalam pencarian informasi penting maupun penyederhanaan alur kerja internal, LIBRA membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data perusahaan,” ujarnya.
Kehadiran LIBRA dinilai sejalan dengan agenda transformasi digital nasional. Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, M. Arfan Sahib Sali Kando, menlai kehadiran LIBRA sejalan dengan agenda pemerintah dalam transformasi digital nasional. Ia menyebut platform ini sebagai salah satu fondasi penting menuju kedaulatan digital Indonesia.
“Hari ini, dengan diluncurkannya LIBRA, kita menambah satu lagi pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia. Satu langkah signifikan, tetapi harapannya memiliki dampak yang besar,” katanya.
Sementara dari sisi akademisi, Ian Josef Matheus Edward dari ITB menilai LIBRA sebagai wujud nyata kolaborasi strategis yang tak hanya kuat secara konsep, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Dukungan juga infrastruktur juga diberikan oleh China Mobile Jiu Tian. Mereka memastikan fondasi teknologi yang stabil, scalable, dan aman di LIBRA untuk kebutuhan korporasi.
Menutup peluncuran, CEO PT DSST Daya Mas Gemilang, Marlo Budiman, menegaskan bahwa kehadiran LIBRA merupakan bagian dari langkah strategis DSSA dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pilar teknologi ini guna membangun fondasi operasional yang lebih tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya.
Ke depan, ASIX akan terus mengembangkan LIBRA bersama ITB untuk memastikan platform tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
