Kumparan Logo

Astronaut Temukan Sumber Kebocoran Stasiun Luar Angkasa, Ada di Lokasi Krusial

kumparanTECHverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun luar angkasa (ISS). Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun luar angkasa (ISS). Foto: Pixabay

Pada hari Senin (28/9) waktu setempat, tim dari NASA membangunkan tiga orang astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Sebuah kebocoran udara di ISS ternyata semakin memburuk dan ketiga astronaut harus segera menemukannya.

Astronaut Chriss Cassidy beserta kosmonot Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner akhirnya melakukan serangkaian tes. Mereka menutup berbagai modul yang terpasang di ISS dan menggunakan alat untuk mendengarkan apakah kebocoran masih terjadi.

Akhirnya, pada Selasa (29/9), sumber kebocoran berhasil dikonfirmasi. Kebocoran itu ada di Modul Layanan Zvezda milik Rusia.

Zvezda adalah modul yang memberikan suplai oksigen dan air minum kepada setengah bangunan raksasa ISS. Modul tersebut juga dilengkapi dengan tempat tidur, tempat makan, hingga kamar mandi bagi para astronaut.

“Pekerjaan tambahan tengah dilakukan untuk secara presisi menemukan titik lokasi sumber kebocoran,” tulis laporan NASA dalam blog resminya.

Ilustrasi astronaut. Foto: Shutter Stock

Sebenarnya, ISS memang selalu memiliki kebocoran udara. Ini adalah mekanisme yang dirancang agar sirkulasi udara di ISS menjadi mirip seperti sirkulasi udara pada bangunan di Bumi.

Namun, pada September 2019, NASA menemukan bahwa kebocoran udara tiba-tiba menjadi lebih besar daripada biasanya. Saat itu, tim ilmuwan belum menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang parah hingga akhirnya semakin memburuk beberapa pekan terakhir.

Karenanya, astronaut di ISS mulai melakukan serangkaian uji coba pada bulan Agustus lalu. Mereka menutup berbagai modul yang ada di ISS dan melihat perubahan tekanan udara di sana.

Melalui pengujian itu, mereka menentukan bahwa kebocoran bisa berasal dari dua modul berbeda, Modul Zvezda dan Moodul Poisk Mini-Research 2. Namun, tim tidak berani untuk menguji keduanya lebih lanjut karena kedua modul tersebut sangat krusial bagi para astronaut.

“Dengan para kru tinggal dan bekerja di modul tersebut, tidak mungkin untuk mencapai kondisi lingkungan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengujian ini,” ujar juru bicara NASA, Daniel Huot, kepada Business Insider.

Modul Zvezda menjadi sangat penting karena itu adalah modul darurat yang harus ditumpangi astronaut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

X post embed

Namun, pada awal pekan ini, tim dari NASA menemukan bahwa kebocoran yang terjadi semakin parah.

“Pada titik itu, kami membuat keputusan bahwa kebocoran sudah cukup besar, dan kami merasa memiliki cukup peluang untuk mempersiapkan para kur untuk memulai pekerjaannya dengan prosedur isolasi yang terfokus,” ujar Program Manager ISS, Kenny Todd.

Pengujian pun berjalan dengan sangat lancar. Astronaut berhasil menentukan bahwa Modul Zyezda adalah sumber kebocoran yang selama ini mengancam mereka dan ISS.

Keberhasilan ini dilakukan dalam waktu yang sangat tepat. Pasalnya, ISS akan segera kedatangan 5 orang astronaut dan 2 orang kosmonot pada bulan Oktober ini.

Pada 14 Oktober, astronaut NASA Kate Rubins beserta kosmonot Sergey Ryzhikov dan Sergey Kud-Sverchkov akan terbang ke ISS dari Kazakhstan. Kemudian, pada tanggal 31 Oktober, NASA dan SpaceX baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menerbangkan Shannon Walker, Victor Glover, dan Michael Hopkins dari NASA bersama dengan Soichi Noguchi dari JAXA milik Jepang.

(EDR)