Kumparan Logo

Beda Konsumsi Informasi Generasi Milenial hingga Baby Boomers di Tengah Corona

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang murid sekolah dasar (SD) belajar melalui siaran streaming TVRI di rumahnya, di Padang, Sumatera Barat, Senin (13/4). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
zoom-in-whitePerbesar
Seorang murid sekolah dasar (SD) belajar melalui siaran streaming TVRI di rumahnya, di Padang, Sumatera Barat, Senin (13/4). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Sejak virus corona merebak, banyak hal yang berubah. Salah satunya, pola konsumsi informasi. Terlihat dari informasi terkait virus corona yang selalu menjadi tren pencarian di google pada sebulan terakhir.

Global Web Index, perusahaan riset di bidang marketing, melakukan survei terkait konsumsi informasi seputar corona. Survei tersebut dilakukan kepada 3.944 pengguna internet di Amerika Serikat dan Britania Raya. Adapun rentang usia respondennya adalah 16-64 tahun.

Responden dibedakan ke empat kategori berdasarkan usia. Responden dalam rentang usia 16-23 tahun dikategorikan Gen Z. Kelompok usia 24-37 tahun dikategorikan Gen Y atau lebih familiar disebut Milenial.

Di atasnya ada Gen X, yakni orang dengan rentang usia 38-56 tahun. Lalu yang terakhir, generasi Baby Boomers, yakni kelompok dalam rentang usia 57-64 tahun.

Aktivitas orang tua dan anak selama masa karantina di Sydney Foto: Brendon Thorne/Getty Images

Survei itu menyebut, pembatasan aktivitas yang diterapkan selama pandemi mengubah aktivitas banyak orang. Penggunaan internet pun meningkat dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah dikerjakan dari rumah dengan melalui sambungan internet.

Di luar bekerja dan belajar, banyak orang menghabiskan waktunya dengan mencari informasi atau sekadar menikmati hiburan. Berdasarkan survei, aktivitas yang paling sering dilakukan antara lain, mencari informasi terkait corona, mendengarkan musik, menonton film/series, bermain mobile games, menonton video lucu.

embed from external kumparan

Disebutkan pula, tiap generasi memiliki urutan dan persentase yang berbeda dari lima aktivitas tersebut. Milenial paling sering mencari informasi terkait corona dengan persentase 71%. Adapun Gen Z ternyata lebih sering mendengarkan musik ketimbang aktivitas lainnya. Persentase mencari informasi terkait corona lebih sedikit dibandingkan mendengarkan musik, yakni 67% berbanding 71%.

Konten dan informasi soal corona setiap harinya terus bertambah. Hingga Selasa (21/4) pukul 14.00 WIB, pencarian dengan kata kunci virus corona pada google memuat sekitar 1,1 miliar halaman konten. Google pun telah membuat beranda khusus untuk informasi terkait virus corona, baik secara global maupun spesifik di masing-masing negara.

embed from external kumparan

Banyaknya informasi membuat pengguna internet lebih selektif dalam memilih apa yang akan dikonsumsi. Tidak semua sumber informasi dipercaya sebagai fakta.

Berdasarkan hasil survei itu, lima sumber informasi yang paling dipercaya antara lain, situs WHO, situs resmi pemerintah, stasiun TV, media daring, dan jurnal ilmiah. Adapun preferensinya berdasarkan tiap generasi dapat dilihat sebagai berikut.

embed from external kumparan

Situs resmi WHO menjadi sumber rujukan informasi yang paling dipercaya di tiap kelompok generasi. Pada peringkat kedua, hasil yang ditunjukkan kembali sama. Situs resmi milik pemerintah menempati urutan kedua di masing-masing generasi.

Dalam survei, ditemukan juga bahwa adanya keraguan dari sebagian responden terkait angka pasien positif corona menuntut WHO, pemerintah, dan pihak berwenang lainnya. Para responden ini mempertanyakan akurasi dari data tersebut.

Walau begitu, mayoritas responden merasa bahwa angka yang dilaporkan sudah cukup akurat.

embed from external kumparan

Selain angka pasien positif virus corona, beragam informasi lainnya juga terus muncul setiap hari. Namun, apakah informasi tersebut dirasa penting oleh pengguna internet?

Ternyata, pengguna internet juga membutuhkan informasi yang membawa pesan optimisme. Itu bisa dilihat dari diminatinya kisah-kisah tentang kabar baik atau hal positif seputar pandemi corona. Bahkan, lebih dari 50 persen responden di 4 generasi menginginkan asupan informasi semacam itu.

embed from external kumparan

Terlepas dari jenis konten apa yang populer dikonsumsi, faktanya setiap generasi lebih bergantung pada teknologi selama pandemi ini. Baik untuk mencari informasi terkait pandemi atau mengalihkan perhatian dari apa yang tak ingin mereka konsumsi.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

******

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.