Kumparan Logo

Bill Gates Minta AS untuk Lockdown Nasional Demi Cegah Corona Meluas

kumparanTECHverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bill Gates. Foto: REUTERS/Stringer
zoom-in-whitePerbesar
Bill Gates. Foto: REUTERS/Stringer

Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus positif virus corona COVID-19 terbanyak di dunia, melampaui Italia dan China. Hal ini kemudian menjadi perhatian khusus bagi pendiri Microsoft yang juga seorang filantropi, Bill Gates.

Menurut Gates, pemerintah AS sudah seharusnya menerapkan karantina wilayah secara nasional atau yang sering dikenal dengan lockdown. Hal ini ia sebut dapat membantu penyebaran virus corona di AS mencapai puncaknya yang diperkirakan pada akhir April.

"Perkembangannya akan eksponensial jika Anda tidak menghentikannya (virus corona)," kata Bill Gates, dalam sebuah wawancara di CNN, Kamis (26/3).

“Semakin cepat kamu terlibat dalam shutdown (lockdown-red), semakin cepat untuk mencapai puncak itu. Saat ini AS belum mencapai puncaknya (kasus virus corona)," tambahnya.

Bill Gates Berpidato Sambil Membawa Toples Berisi Tinja Manusia Foto: MARK SCHIEFELBEIN / AP

Gates mengatakan mengakhiri lockdown terlalu cepat juga akan menyebabkan 'bencana' bagi Amerika Serikat.

Ia terus mendorong lebih banyak penutupan wilayah, bahkan di negara-negara dengan jumlah kasus yang relatif kecil. Miliarder itu juga mengatakan para wisatawan yang terinfeksi dari negara-negara bagian yang tidak ditutup, bisa secara agresif dapat membawa wabah ke negara-negara yang melakukannya karantina.

"Seluruh negara harus bersama dalam hal ini," jelasnya.

Dalam wawancara itu, Gates juga secara tidak langsung memaksa Presiden Donald Trump, yang telah berulang kali tidak akan menerapkan lockdown secara menyeluruh, untuk segera melakukan lockdown nasional.

Opsi yang dinilai setengah jalan tersebut dianggap tidak efektif. "Jumlahnya (kasus) masih naik," beber Gates.

embed from external kumparan

Gates juga mengkritik meroketnya kasus positif COVID-19 di AS dan sistem kesehatan di beberapa kota, seperti New York yang kewalahan dalam menghadapi pasein.

Pendiri Microsoft itu berpendapat sebenarnya masalah ini bisa dihindari seandainya AS menyiapkan pencegahan awal sejak beberapa bulan lalu. Seperti secara agresif melakukan tes virus kepada warganya, mengisolasi, dan melacak kontak yang terinfeksi.

Hingga Sabtu (28/3), jumlah penderita virus corona di AS tembus 122.666, melebihi China dan Italia --peringkat pertama penderita terbanyak. Angka kematian akibat corona di AS telah tembus 2.147 jiwa.

kumparan post embed

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!