Kumparan Logo

Bos WhatsApp Tuding Telegram Berbahaya: Jangan Dipakai

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Telegram. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Telegram. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

WhatsApp dan Telegram adalah contoh rivalitas sejati untuk kategori aplikasi instant messanger. Tak jarang petinggi mereka saling 'senggol' satu sama lain untuk memperjelas bahwa mereka lebih baik dibandingkan yang lainnya.

Terbaru, Head of WhatsApp, Will Cathcart, menyerang Telegram sisi privasi dan keamanan. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara bersama Wired.

Chathcart menyorot Telegram yang tidak memiliki end-to-end encryption (E2EE) secara default, tidak seperti WhatsApp. Di akun Twitternya ia juga membuat utas menyoroti terkait enkripsi yang tak dimiliki kompetitornya ini.

X post embed

Enkripsi adalah fitur penguncian informasi. Informasi yang dikirim oleh pengguna, tak akan bisa dibaca kecuali oleh pengirim dan penerima. Enkripsi ini membutuhkan kunci enkripsi, yang di WhatsApp, terpasang di ponsel penerima dan pengirim.

Enkripsi ini memungkinkan pesan tidak terbaca oleh pihak ketiga, termasuk WhatsApp-nya sendiri.

Namun di aplikasi Telegram, enkripsi hanya menyala jika mode "Secret Chat" diaktifkan. Jika tidak, maka pesan terkirim layaknya teks normal.

“Telegram tidak dienkripsi end-to-end secara default dan tidak menawarkan E2EE untuk grup. Telegram memiliki kapasitas untuk membagikan hampir semua informasi rahasia yang diminta pemerintah,” ungkap Will Cathcart.

Ilustrasi Telegram. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ketiadaan E2EE ini, jelas Chathcart, memungkinkan pesan yang dikirim terbaca oleh pihak ketiga, termasuk salah satunya nata-mata Rusia. Chathcart juga menuduh Telegram menyebar lokasi pengguna di radius 3 km yang dimanfaatkan oleh kepentingan Rusia dalam perang melawan Ukraina yang sedang terjadi saat ini.

Ini bukan pertama kalinya WA menyerang kekurangan fitur enkripsi. Telegram beralasan bahwa enkripsi secara menyeluruh hanya memperberat proses back-up.

Dan Telegram juga menyinggung bahwa E2EE di WhatsApp hanya akal-akalan Meta. Contoh, ketika di-backup ke Google, enkripsi itu secara otomatis nonaktif, jelas Telegram, seperti dilansir dari Gizchina.

Isu yang mengatakan Telegram mengungkap informasi lokasi pengguna ketika perang Rusia-Ukraina, sebelumnya juga pernah beredar luas. Pihak Telegram membantah tudingan tersebut.