Direktur Baru Telkom Tanggapi Banjir Keluhan Pelanggan IndiHome

IndiHome, salah satu entitas bisnis Telkom yang menyediakan jasa jaringan internet fixed broadband, sering menerima komplain dari masyarakat. Berbagai macam keluhan datang, mulai dari jaringan yang lemot hingga adanya potongan FUP (Fair Usage Policy) tanpa pemberitahuan.
Hal-hal ini nantinya akan dihadapi oleh Fajrin Rasyid selaku Direktur Digital Business Telkom, yang baru ditunjuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Jumat (19/6).
Mantan Presiden Bukalapak itu sendiri menanggapi baik keluhan yang diberikan oleh pelanggan IndiHome. Namun, ia enggan berbicara banyak untuk membereskan permasalahan tersebut.
"Pertama, saya pikir masukan yang baik bagi perusahaan. Tentu saya di sini akan banyak berdiskusi, terutama dengan Bu Venus sebagai Direktur Consumer, mungkin di sini akan banyak komunikasi dan juga tentu saja sebagai Direktur yang baru harus banyak mempelajari adat perusahaan ini secara keseluruhan," katanya dalam konferensi pers virtual pada Jumat (19/6).
"Jadi untuk sekarang saya hanya bisa bilang, bahwa kalau saya akan membantu Bu Venus untuk banyak mendengarkan suara atau komplain dari masyarakat," tambahnya.
Penunjukan Fajrin sebagai Digital Business Telkom sendiri diharapkan bisa lebih baik mengembangkan bisnis perusahaan. Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan, alasan terpilihnya Fajrin juga didasari keahliannya dalam menjalankan bisnis perusahaan di bidang digital platform.
"Telkom ini ke depan memang ingin mengembangkan layanannya tidak hanya di connectivity, tetapi juga di digital platform, maupun digital services. Oleh karena itu, kami butuh membawa BOD yang berkompeten di digital platform dan salah satunya yang dipilih adalah Mas Fajrin ini. Strategi ke depannya akan disesuaikan dan dikembangkan lagi untuk Telkom bertransformasi digital telco," jelasnya.
Layanan IndiHome sendiri mencatat kenaikan pendapatan signifikan sebesar 28,1 persen menjadi Rp 18,3 triliun pada tahun 2019 lalu. Jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 37,2 persen, jika dibanding akhir 2018 menjadi 7 juta pelanggan pada akhir 2019. Pencapaian ini semakin mengukuhkan IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia.
Industri jaringan internet fixed broadband sendiri penetrasinya di Indonesia masih cukup rendah yaitu kurang dari 15 persen dari populasi rumah tangga, Telkom berkeyakinan bahwa permintaan akan layanan IndiHome masih akan tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang untuk memberikan layanan fixed broadband berkualitas tinggi, memenuhi kebutuhan internet sekaligus mendukung aneka layanan digital service yang menarik.
