Facebook - Instagram Blokir Konten yang Dukung Jenderal Iran Soleimani

12 Januari 2020 15:00
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jenderal Iran Qassem Soleimani. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
zoom-in-whitePerbesar
Jenderal Iran Qassem Soleimani. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
ADVERTISEMENT
Facebook dan Instagram ternyata mengambil sikap untuk melarang kehadiran konten bernada mendukung komandan Pasukan Quds Iran, Mayjen Qassem Soleimani. Kedua media sosial itu juga menghapus seluruh unggahan yang memberikan dukungan kepada Iran.
ADVERTISEMENT
Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh Facebook. Penghapusan konten dukungan terhadap Iran merupakan kewajiban yang harus dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan AS atas sanksi yang diberikan AS terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam Iran dan para pemimpinnya.
"Kami beroperasi di bawah undang-undang sanksi AS, termasuk yang berkaitan dengan penunjukan IRGC dan kepemimpinan Soleimani," ungkap juru bicara Facebook kepada CNN.
Qassem Soleimani tewas karena serangan rudal dari pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat pada 3 Januari 2020. Ia tewas bersama tiga orang lainnya.
Masyarakat membawa jenazah Qassem Soleimani.
 Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat membawa jenazah Qassem Soleimani. Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS
Instagram sendiri diketahui sebagai salah satu platform media sosial yang membatasi konten bermuatan dukungan terhadap negara Islam seperti Iran. Platform itu bahkan sudah memblokir akun milik Soleimani sejak April 2019 setelah AS menetapkan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris asing.
ADVERTISEMENT
Soleimani adalah komandan IRGC
Di sisi lain, Facebook dan Twitter juga memblokir akun warga Iran. Namun, warga masih bisa mengaksesnya lewat VPN. Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengatakan bahwa yang dilakukan Instagram ‘tidak demokratis’.
Meskipun melarang adanya dukungan terhadap Iran di platform-nya, Facebook dan Instagram tetap mempersilahkan banding jika pengguna merasa konten mereka tak ada unsur dukungan terhadap Soleimani.
Ilustrasi media sosial Facebook. Foto: konkarampelas via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media sosial Facebook. Foto: konkarampelas via Pixabay
Facebook mengatakan perusahaan menghapus akun yang dijalankan oleh atau atas nama orang dan organisasi yang terkena sanksi AS. Ia juga akan menghapus konten yang memuji tindakan pihak dan individu yang terkena sanki dan memberikan dukungan untuk membantu tindakan mereka lebih lanjut.
Kematian Qassem Soleimani menyebabkan duka mendalam di antara masyarakat Iran. Iran mengancam akan melancarkan balas dendam atas kematian Soleimani. Bahkan, Iran telah menyiapkan 13 skenario untuk pembalasan dendam tersebut.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·