Kumparan Logo

FIFA Gandeng Lenovo, Bawa Teknologi AI ke Piala Dunia 2026

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Argentina Lionel Messi berselebrasi dengan trofi bersama rekan setimnya setelah memenangkan Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Argentina Lionel Messi berselebrasi dengan trofi bersama rekan setimnya setelah memenangkan Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menggandeng mitra teknologi global, Lenovo, untuk mewujudkan visi ambisius, yakni menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen yang sepenuhnya ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI).

Kemitraan strategis ini bertujuan untuk merevolusi pengalaman bagi miliaran penggemar, para penyiar, hingga tim yang berlaga, sekaligus menegaskan status ajang ini sebagai yang paling canggih dalam sejarah.

Piala Dunia 2026 memiliki tantangan logistik terbesar yang pernah dihadapi FIFA. Dengan format pertandingan yang berubah, turnamen ini akan menggelar 104 pertandingan di 16 kota yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Untuk mengelola skala masif ini, FIFA menunjuk Lenovo sebagai mitra teknologi resmi tunggal yang akan menyediakan seluruh infrastruktur dari 'saku ke cloud' (pocket to cloud).

Direktur Teknologi FIFA, Nacho Fresco, menyatakan kompleksitas ini menuntut adanya mitra yang sangat andal.

"Jadi ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar yang pernah ada. Dan untuk memastikan semuanya berjalan lancar, sangat penting bagi kami untuk memiliki mitra teknologi yang dapat kami percaya," ujar Fresco dalam sebuah briefing virtual, Kamis (6/11).

Logo Lenovo terpampang di pameran IFA 2019 di Berlin, Jerman. Foto: Dok. Lenovo

Sementara bagi Lenovo, kemitraan ini menjadi langkah transformasional untuk mengubah citra perusahaan di mata dunia. SVP & Chief Communications Officer Lenovo, Jeff Shafer, menjelaskan tujuannya adalah untuk menunjukkan kemampuan Lenovo di luar produk PC yang selama ini melekat.

"Saya kira warisannya adalah kami akan dianggap bukan hanya sebagai pembuat perangkat, tetapi sebagai kekuatan teknologi end-to-end yang sesungguhnya," kata Shafer.

"Dan kami perlu menggunakan kesempatan ini untuk menciptakan hal-hal baru yang benar-benar inovatif," tuturnya.

Seorang penggemar Argentina mencium replika trofi saat mereka merayakan kemenangan timnya di Piala Dunia 2022 di Buenos Aires, Argentina, Minggu (18/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/REUTERS

Fokus pada Pengalaman Tiga Pilar Utama

Visi 'Piala Dunia bertenaga AI' akan berfokus pada tiga pilar utama: penggemar, penyiar, dan 'keluarga sepak bola' (tim, pelatih, dan pemain). Tujuannya adalah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan setiap aspek dari turnamen.

"Bisakah kami menggunakan AI untuk membuat permainan lebih baik bagi keluarga sepak bola? Bisakah kami membuatnya lebih baik bagi penyiar? Dan bisakah kami membuat sepak bola global lebih baik bagi para penggemar?" ungkap Shafer.

Bagi penggemar, ini berarti pengalaman menonton yang lebih personal dengan data statistik mendalam, analisis prediktif, hingga konten interaktif yang belum pernah ada sebelumnya. Sementara itu, para pelatih di pinggir lapangan akan dibekali tablet Lenovo yang menyajikan data taktis secara real-time untuk membantu pengambilan keputusan.

Manajer Chelsea, Enzo Maresca, mengangkat trofi saat merayakannya bersama rekan-rekan setimnya setelah menjuarai Piala Dunia Antarklub di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, A.S, Minggu (13/7/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS

Teruji di Piala Dunia Antarklub

Teknologi Lenovo sebenarnya telah diuji coba dan terbukti berhasil dalam gelaran Piala Dunia Antarklub 2025. Dalam ajang tersebut, Lenovo menyediakan infrastruktur untuk teknologi krusial seperti semi-automated offside.

Implementasi ini secara signifikan mengurangi waktu tunda dalam pengambilan keputusan wasit dan dianggap telah memberikan dampak positif langsung pada kelancaran pertandingan.

"Itu menguntungkan para pemain, penyiar, dan para penggemar. Itu membuat permainan menjadi lebih baik. Jadi, ini adalah kasus di mana ada contoh nyata kemitraan antara FIFA dan Lenovo membuat perbedaan," jelas Shafer.

Terkait inovasi teknologi lain yang akan diterapkan dalam Piala Dunia 2026, Lenovo dan FIFA masih merahasiakannya dan baru akan mengumumkannya dalam acara Lenovo Tech World di Las Vegas pada 6 Januari mendatang.