Kumparan Logo

Galaxy Z Flip 7 & Fold 7 Dongkrak Penggunaan AI hingga 96% di Asia Tenggara

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (kiri). Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (kiri). Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Samsung mengungkapkan adopsi Galaxy AI di Asia Tenggara dan Oseania terus meningkat pesat. Perusahaan mencatat, penggunaan AI oleh pengguna Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 di kawasan ini meroket hingga 96 persen di 2026, naik 84 persen dari tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan AI telah menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan smartphone, bukan lagi sekadar fitur tambahan.

Hal ini diungkap oleh CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, dalam sesi roundtable yang menjadi bagian dari rangkaian acara Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris.

Menurut Kim, perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah ekspektasi konsumen terhadap smartphone. Jika sebelumnya AI hanya dipandang sebagai inovasi baru, maka kini pengguna mengharapkan teknologi tersebut mampu memahami kebutuhan mereka secara personal.

"Fase berikutnya dari AI bukanlah tentang menghadirkan lebih banyak fitur, tetapi tentang relevansi dengan kehidupan pengguna. Konsumen mengharapkan AI memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka," ujar Kim.

Ia menjelaskan kawasan Asia Tenggara dan Oseania menjadi salah satu pasar paling penting bagi Samsung karena didominasi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital serta memiliki keragaman bahasa yang tinggi. Di kawasan ini, smartphone juga menjadi perangkat utama masyarakat untuk mengakses layanan berbasis AI.

Circle to Search Jadi Fitur Favorit

Samsung melihat pengguna ponsel lipat Galaxy memanfaatkan AI dalam hampir seluruh aktivitas sehari-hari. Beberapa fitur yang paling sering digunakan adalah Circle to Search untuk pencarian instan, Now Brief yang memberikan rangkuman informasi secara personal, serta Photo Assist untuk membantu proses pengeditan foto.

Fitur AI Circle to Search Samsung. Foto: Dok. Samsung

Agar pengalaman AI semakin relevan, Samsung menghadirkan dukungan untuk 22 bahasa di Galaxy AI, termasuk Bahasa Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kim mengatakan seluruh dukungan bahasa tersebut terus disempurnakan dengan mempertimbangkan karakteristik dan nuansa masing-masing pasar lokal.

Namun, menurut Samsung, personalisasi AI tidak hanya bergantung pada kemampuan memahami bahasa. Pengalaman AI akan semakin optimal ketika mampu mempelajari kebiasaan pengguna melalui interaksi lintas perangkat dalam ekosistem Galaxy.

Kim menjelaskan AI Samsung dirancang untuk bekerja secara terintegrasi di berbagai perangkat, mulai dari smartphone Galaxy, Galaxy Buds, hingga berbagai perangkat rumah tangga dan layar pintar Samsung. Dengan begitu, AI dapat memberikan rekomendasi maupun bantuan yang semakin personal seiring waktu.

"Ketika AI menjadi semakin personal dan proaktif, kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna menjadi hal yang sangat penting. Setiap pengalaman AI harus bermanfaat, aman, dan tetap dipandu oleh pengguna," kata Kim.

Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Samsung Perluas Kolaborasi AI Bersama Google

Dalam kesempatan yang sama, Kim juga mengungkapkan bahwa Samsung tidak lagi berfokus menghadirkan fitur AI sebagai kemampuan yang berdiri sendiri. Perusahaan kini lebih menitikberatkan pada pengembangan ekosistem agar pengalaman AI terasa menyatu di berbagai aplikasi dan perangkat.

Karena itu, Samsung terus memperluas kolaborasi dengan Google untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih terintegrasi. Salah satu contohnya adalah fitur Automation di Galaxy S26 Series.

Menurut Kim, perluasan ekosistem AI tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pengguna karena AI dapat membantu berbagai aktivitas tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Indonesia, pengguna Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 paling sering memanfaatkan fitur Circle to Search dan Note Assist. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme konsumen Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI untuk kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Samsung meyakini pengalaman AI tidak lagi terbatas pada satu layar smartphone. AI akan hadir secara lebih luas dan mendukung berbagai aktivitas pengguna, mulai dari produktivitas, menikmati hiburan, menjaga kesehatan, hingga berkomunikasi.

"Kami ingin mentransformasi pengalaman mobile secara mendasar agar menjadi lebih terhubung dan lebih bermakna bagi setiap pengguna," tutup Kim.

Samsung juga mengungkapkan respons pasar terhadap lini ponsel lipat terbarunya sangat positif. Penjualan seri Galaxy Z Fold 7 di Asia Tenggara dan Oseania disebut meningkat hampir 50 persen dibandingkan Galaxy Z Fold 6 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan optimistis Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 akan semakin mendorong adopsi AI mobile di kawasan tersebut, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk merasakan pengalaman AI yang semakin personal.