Kumparan Logo

Gerakan #BijakBersosmed Lahir untuk Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

kumparanTECHverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran Gerakan #BijakBersosmed. (Foto: Indosat Ooredoo)
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Gerakan #BijakBersosmed. (Foto: Indosat Ooredoo)

Media sosial saat ini menjadi salah satu wadah favorit bagi masyarakat untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam bentuk teks, foto, gambar, atau video. Namun, tak bisa dipungkiri, banyak juga orang yang memanfaatkan media sosial untuk hal negatif. Oleh karena itu, para pegiat media sosial, komunitas, serta berbagai organisasi yang peduli dengan media sosial meluncurkan gerakan bernama #BijakBersosmed. Gerakan yang diinisasi oleh netizen ini didukung penuh oleh perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo. Lahirnya #BijakBersosmed bertujuan mendorong dan menjaga penggunaan media sosial di Indonesia yang sehat, cerdas, aman, dan bijak. Gerakan ini juga hadir sebagai respons pada maraknya praktik penyebaran hoax, saling serang, dan penyebaran kebencian yang terstruktur dan sistematis. Ada 200 peserta yang hadir dalam acara peluncuran gerakan ini yang diadakan di Auditorium Indosat Ooredoo pada Sabtu (26/8) dan turut dihadiri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). "Kami di Indosat Ooredoo mendukung gerakan #BijakBersosmed sebagai sebuah program nyata kampanye publik penggunaan social media yang bijak. Peluncuran gerakan #BijakBersosmed merupakan awal dari upaya untuk melihat social media kita agar menjadi tempat untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, melahirkan inovasi baru, bertukar gagasan, dan menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang santun," ujar Ripy Mangkoesoebroto, Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, dalam acara tersebut. Gerakan #BijakBersosmed lahir dari keprihatinan terhadap konten negatif di dunia maya dan ingin mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial terutama dalam menyebarkan pesan-pesan positif.

Saat ini, ada lebih dari 132 juta populasi Indonesia, atau sekitar 51 persen dari total populasi di Tanah Air yang terhubung lewat dunia maya. Di sisi lain, dinamika politik, ekonomi, serta media sosial di Indonesia yang tinggi, membuat atmosfer media sosial menjadi 'mudah panas'. Apalagi, tahun 2018 dan 2019 akan diwarnai dengan beberapa hajatan politik yang dikhawatirkan akan membuat situasi media sosial menjadi semakin panas. "Di tahun-tahun mendatang, 2018 dan 2019, yang akan menjadi tahun politik, pertentangan dan kompetisi memenangkan perhatian publik via platform-platform sosial media akan menjadi lebih sengit lagi, dan bagaimana kita sebagai bangsa menggunakan social media dengan lebih bijak, akan menjadi batu ujian kita bersama," kata Enda Nasution, Koordinator Gerakan #BijakBersosmed. Bentuk utama dari gerakan #BijakBersosmed ini adalah penyebaran informasi penggunaan media sosial dengan lebih bijak yang didukung oleh video informatif serta e-book, juga berupa penyediaan ikrar #BijakBersosmed online yang dapat diakses di laman resmi mereka. Gerakan ini sekaligus menandai peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, juga merupakan bagian dari rangkaian program peringatan 50 tahun Indosat Ooredoo di Indonesia.