kumparan
14 Mei 2019 14:41

Google Rilis 2 Aplikasi AI untuk Bantu Tunarungu Berkomunikasi

Ilustrasi kantor Google. Foto: Reuters/Baz Ratner
Google merilis dua aplikasi mobile terbarunya untuk membantu orang-orang dengan gangguan pendengaran agar lebih mudah dalam berkomunikasi. Kedua aplikasi itu adalah Sound Amplifier dan Live Transcribe yang sudah bisa diunduh di Google Play Store.
ADVERTISEMENT
Aplikasi Sound Amplifier didesain untuk meningkatkan kejelasan suara ketika pengguna melakukan panggilan telepon di sebuah perangkat Android. Ia bekerja memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meredam suara yang mengganggu di sekitar dan meningkatkan ketajaman suara utama. Aplikasi ini cocok untuk membantu orang dengan gangguan pendengaran parsial.
Saat ini, Sound Amplifier dapat digunakan pada smartphone yang berjalan dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie) dan dibantu oleh earphone kabel. Setelah diunduh, Sound Amplifier dapat harus diatur di menu pengaturan dengan langkah sebagai berikut: Settings > Accessibility > Sound Amplifier > Use Service. Tidak butuh koneksi internet untuk menjalankan aplikasi dan fitur di Sound Amplifier.
"Dengan Live Transcribe dan Sound Amplifier, tujuan kami adalah membantu ratusan juta orang dengan gangguan pendengaran atau tuli, untuk berkomunikasi dengan lebih jelas," kata Product Manager Google AI, Sagar Savla, dalam video conference dengan media di Jakarta, Selasa (14/5).
Aplikasi Sound Amplifier dari Google untuk bantu penderita gangguan pendengaran. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Savla kemudian menjelaskan tentang aplikasi Live Transcribe, yang kini berada dalam versi Beta. Ia berfungsi sebagai alat transkrip untuk memproses audio ucapan manusia ke dalam sebuah format teks.
Aplikasi ini akan memanfaatkan mikrofon pada sebuah smartphone untuk merekam kata-kata yang diucap seseorang, kemudian kecerdasan buatan yang berada di dalamnya, secara otomatis mengalihkan tutur kata dalam bentuk tulisan. Itu semua bisa dilakukan secara real-time.
"Live Transcribe dapat mengenali 570 kelas suara sampai gonggongan anjing dan tangisan bayi. AI yang kami kembangkan adalah untuk memproses suara-suara itu yang memiliki arti. Kita juga mengedepankan ketepatan suara, bahasa, dan pengucapan," terangnya.
Aplikasi Live Transcribe dari Google untuk bantu penderita gangguan pendengaran. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Selain didukung oleh teknologi AI, aplikasi Live Transcribe juga memanfaatkan teknologi pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR) yang digunakan untuk mengenali suara dengan baik dan mengidentifikasi bahasa yang digunakan. Diperlukan koneksi internet untuk menghubungkan aplikasi dengan 'kamus bahasa' Google yang tersimpan dalam cloud computing.
ADVERTISEMENT
Saat ini Live Transcribe mendukung lebih dari 70 bahasa dan dialek, termasuk bahasa Indonesia, Sunda dan Jawa. Aplikasi ini dapat bekerja dengan dua bahasa sekaligus.
Google mengklaim tidak akan menyimpan transkrip percakapan pengguna sehingga perusahaan menjamin keamanan datanya. "Google tidak menyimpan transkrip percakapan, dan tidak menyimpan data audio atau teks sehingga kami tidak dapat mengetahui apa saja yang dibicarakan. Kami jamin kerahasiaan pengguna," ungkapnya.
Untuk menggunakan aplikasi Live Transcribe dibutuhkan smartphone dengan sistem operasi Android minimum Lollipop (Android 5.0). Aplikasi ini juga dijamin menghemat baterai, karena sudah menerapkan mode gelap yang lebih hemat daya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan