Hanya 76% Warga Pedesaan Indonesia yang Bisa Menikmati Jaringan 4G

Kesulitan mendapatkan sinyal 4G masih sering dirasakan di banyak daerah di Indonesia, terutama daerah pedesaan yang jauh dari pusat kota. Riset terbaru dari OpenSignal menyebutkan masih ada kesenjangan atau jarak yang cukup jauh dalam mendapatkan sinyal 4G antara di kota dan desa.
Hasil riset menemukan ada kesenjangan konektivitas antara daerah pedesaan yang jarang penduduk dan daerah perkotaan padat penduduk di Indonesia. Walaupun daerah perkotaan yang padat penduduk dirasa lebih baik dalam mendapatkan sinyal 4G dibandingkan di pedesaan.
OpenSignal menggunakan pengukuran ketersediaan 4G di seluruh Indonesia dengan data sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS). Alhasil, riset ini mengklasifikasikan kabupaten dan kota ke dalam lima kategori berbeda, berdasarkan populasi dan cakupan wilayah.
- Kategori 1 - 50 orang per km2
- Kategori 2 - 50 hingga 100 orang per km2
- Kategori 3 - 100 hingga 300 orang per km2
- Kategori 4 - 300 hingga 1000 orang per km2
- Kategori 5 - Lebih dari 1000 orang per km2
Dari kategori tersebut, masyarakat di daerah berpenduduk padat, seperti pada kategori 5 dapat terhubung ke layanan 4G sebanyak 89,7 persen. Bandingkan, dengan pengguna di daerah berpenduduk paling jarang, seperti kategori 1 yang mendapat sinyal 4G hanya 76 persen.
OpenSignal menandai Pulau Jawa, Bali, sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa daerah di Sumatra, menjadi daerah yang padat penduduk, namun memiliki jaringan 4G yang paling kuat dibanding daerah lainnya.
Data riset ini juga menunjukkan bahwa pengguna mereka mengalami konektivitas internet seluler yang rendah di kabupaten dengan kepadatan penduduk yang jarang. Menurut OpenSignal, mengutamakan pengembangan konektivitas jaringan 4G di daerah perkotaan yang padat lebih menguntungkan secara komersial bagi operator.
Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah melihat beberapa peningkatan penting dalam pengalaman jaringan seluler di seluruh Indonesia seiring fokus untuk membangun ekonomi digital.
Pengguna yang masih memakai jaringan 3G dinilai akan segera berkurang. Sedangkan jaringan 4G menjadi teknologi yang lebih dominan bagi pengguna smartphone, yang saat ini 95 persen populasi di Indonesia disebut telah menggunakan ponsel untuk mengakses internet.
Pemerintah Indonesia sendiri berencana membangun akses internet di 12 ribu lokasi baru di berbagai wilayah di Indonesia pada 2020. Salah satu upayanya adalah dengan membangun 3.447 BTS (Base Transceiver Station) yang akan disebar di berbagai provinsi di Indonesia untuk menguatkan sinyal 4G.
