Tekno & Sains
·
15 Oktober 2020 21:29

HP Baru Terancam Tak Dapat Sinyal, Bagaimana Nasib Poco X3 NFC?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
HP Baru Terancam Tak Dapat Sinyal, Bagaimana Nasib Poco X3 NFC? (15744)
Punggung Poco X3 NFC. Foto: Aditya Panji/kumparan
Handphone (HP) Poco X3 NFC akhirnya resmi hadir di Indonesia. Kehadiran ponsel terbaru dari sub-brand Xiaomi itu pun tak bisa lepas dari kekhawatiran soal isu tidak ada sinyal akibat mesin CEIR yang dilaporkan telah penuh.
ADVERTISEMENT
Poco X3 NFC sendiri akan mulai dijual 22 Oktober 2020 dengan harga Rp Rp 3.199.000 (6 GB/64 GB) dan Rp 3.599.000 (8 GB/128 GB). Penjualan perdana melalui pre-order bisa dilakukan mulai 22 Oktober di Shopee dan mi.com.
Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse memastikan bahwa produksi Poco X3 NFC tidak terpengaruh dengan situasi mesin CEIR yang penuh untuk menampung data IMEI ponsel resmi di Indonesia. Saat ini, Xiaomi tetap berhubungan baik dengan pemerintah untuk menerapkan aturan IMEI yang berlaku.
"Sebagian besar pengguna Xiaomi dan Pocophone tidak terpengaruh oleh masalah tersebut. Dan kami dapat pastikan bahwa Poco X3 NFC tidak terpengaruh oleh kondisi saat ini," jelas Alvin dalam konferensi pers virtual pada Kamis (15/10).
HP Baru Terancam Tak Dapat Sinyal, Bagaimana Nasib Poco X3 NFC? (15745)
Poco X3 NFC. Foto: Aditya Panji/kumparan
Lebih lanjut, Alvin berharap pemerintah bisa secepatnya menyelesaikan masalah terkait kapasitas mesin CEIR. Walaupun saat ini Xiaomi belum ada dampak yang besar atas kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Sekarang, kami semua menantikan pemerintah memperluas kapasitas secepat mereka bisa, kami terus berhubungan dekat dengan departemen terkait dan merasakan pengalaman yang baik untuk Xiaomi dan Pocophone. Saat ini mungkin ada sedikit keterlambatan untuk registrasi spare part untuk layanan after sales," ujarnya.
HP Baru Terancam Tak Dapat Sinyal, Bagaimana Nasib Poco X3 NFC? (15746)
Produksi smartphone Xiaomi di PT Sat Nusapersada, Batam. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Pemerintah sendiri melalui Dirjen Sumber Data dan Perangkat Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menyatakan bahwa mesin CEIR selama ini berjalan normal dan baik-baik saja. Data IMEI perangkat HKT (handphone, komputer genggam dan tablet) produksi dan impor terbaru sampai dengan tanggal 10 Oktober sudah dimasukkan ke CEIR.
"Sudah diupload data IMEI ponsel baru yang kemarin sempat tertunda. Kapasitas mesin CEIR saat ini mencukupi untuk menerima data terbaru,” jelas Ismail dalam keterangannya, Senin (12/10).
ADVERTISEMENT
Namun, ada beberapa produsen yang diketahui masih mengalami kesulitan untuk meregistrasikan IMEI produk-produk mereka. Saat ini kapasitas mesin CEIR sendiri adalah 1,2 miliar dan beberapa waktu lalu dilaporkan hampir penuh hingga mencapai 95 persen dari total daya tampung.