Kumparan Logo

Indosat Luncurkan 'Empowering Indonesia Report 2025', Dorong Kedaulatan AI di RI

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) bersama perusahaan riset Twimbit resmi meluncurkan laporan "Empowering Indonesia 2025: Building Bridges of Tomorrow". Laporan ini menyajikan kerangka strategis bagi Indonesia untuk mencapai kedaulatan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar utama transformasi digital dan akselerator menuju visi Indonesia Emas 2045.

Peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dan President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan potensi penuh AI bagi kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Vikram kembali menegaskan tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia. Ia menceritakan bagaimana semangat ini menjadi landasan sejak merger perusahaan.

"Kami belajar bahwa tujuan kami lebih besar, yaitu memberdayakan Indonesia. Kini, kita berada di waktu yang sangat tepat. Era ini bukan lagi hanya tentang konektivitas, tetapi tentang gabungan konektivitas plus komputasi yang menghasilkan intelijensia," ujar Vikram dalam sambutannya di Kantor Pusat Indosat Ooredoo Hutchison, Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Vikram menekankan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat, dari Jakarta hingga Jayapura. Untuk mewujudkannya, kolaborasi menjadi kunci.

Tidak ada satu perusahaan pun yang bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tentang bersatu untuk tujuan yang lebih besar dan menciptakan dampak dalam skala besar."

- Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison -

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia AI Center of Excellence sebagai platform kolaborasi, dengan fokus utama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian untuk mengakselerasi target pertumbuhan PDB 8% yang dicanangkan pemerintah.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sejalan dengan visi tersebut, Wamenkomdigi Nezar Patria menyambut baik inisiatif Indosat. Ia mengatakan bahwa laporan "Empowering Indonesia 2025" sangat relevan dengan Peta Jalan AI Nasional yang sedang dirampungkan oleh pemerintah.

"Ada dua kata kunci yang sangat signifikan hari ini: konektivitas dan komputasi. Keduanya adalah fondasi transformasi digital Indonesia," kata Nezar.

Nezar memuji langkah Indosat yang berfokus menjadi 'AI Telco' dan menyebutnya sebagai langkah strategis yang menempatkan perusahaan di depan dalam industri telekomunikasi. Pemerintah, kata Nezar, menaruh perhatian serius pada pengembangan AI.

"Peta Jalan AI Nasional sedang dalam proses harmonisasi untuk dijadikan Peraturan Presiden. Ini akan memberikan Indonesia kerangka hukum untuk mendorong pertumbuhan AI yang etis, bertanggung jawab, dan pada akhirnya menuju kedaulatan AI," jelasnya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Lima Pilar Menuju Kedaulatan AI Indonesia

Laporan "Empowering Indonesia 2025" mengidentifikasi bahwa adopsi AI yang kuat dapat meningkatkan pertumbuhan PDB tahunan hingga 6,8%, mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi lima tahun lebih awal dari target 2045.

Untuk mencapai hal tersebut, laporan ini merumuskan lima pilar utama yang harus diperkuat:

  • Infrastruktur Digital yang Kuat: Membangun pusat data nasional berbasis energi terbarukan, memastikan kedaulatan data, dan memperkuat ekosistem digital dari pusat hingga edge computing.

  • Talenta AI yang Berkelanjutan: Meningkatkan kompetensi untuk mencetak 400.000 profesional AI pada tahun 2030 melalui program pendidikan berskala nasional.

  • Pertumbuhan Industri AI: Mendorong kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta, serta memberikan dukungan kuat bagi startup AI untuk menciptakan solusi lokal.

  • Kemampuan Riset dan Pengembangan (R&D) AI: Membangun lembaga riset AI nasional dan menjalin kemitraan global untuk mempercepat pengembangan teknologi AI yang relevan dengan konteks lokal.

  • Regulasi dan Etika AI yang Kuat: Mengembangkan kebijakan AI yang komprehensif dan kerangka etika yang kuat untuk memastikan pengembangan AI yang bertanggung jawab dan membangun kepercayaan publik.

Laporan ini juga menyoroti tantangan yang ada, seperti ketergantungan pada teknologi asing dan risiko penyalahgunaan AI, termasuk peningkatan konten deepfake di Indonesia yang mencapai 1.550% pada periode 2023-2024.

Dengan peta jalan yang jelas dan semangat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta teknologi AI, membangun jembatan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat secara digital.