Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Program Konservasi Laut di Bali
ยทwaktu baca 3 menit

Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan program konservasi laut yang berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jembrana, Bali, Kamis (4/8).
Program CSR ini memiliki empat fokus utama yakni rehabilitasi habitat laut, pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, penguatan komunitas konservasi penyu, dan penguatan masyarakat di lingkungan sekitar.
Melalui program CSR Konservasi Laut di Jembrana, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam menciptakan kawasan konservasi laut yang lebih sehat dengan dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta berbagai komunitas pegiat lingkungan.
- Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison -
Peluncuran Program Konservasi Laut ini sendiri dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.
Hadir juga Director and Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, dan Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan program corporate social responsibility Indosat Ooredoo Hutchison ini adalah contoh konservasi laut di Bali. Konservasi ini menjadi bagian penting dari ekonomi biru.
"Program ekonomi biru Kementerian Kelautan Perikanan dan Konservasi Laut ditargetkan sampai 30 persen di seluruh wilayah perairan Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah dan menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia punya kontribusi yang besar terhadap perubahan iklim laut," kata Wahyu Trenggrono di Jembrana, Bali, Kamis (4/8).
"Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan luas kawasan konservasi perairan di Indonesia seluas 32,5 juta hektare di tahun 2030. Sampai dengan tahun 2021, total luas kawasan konservasi telah mencapai 28,4 juta hektare atau sekitar 8,74 persen dari luas perairan teritorial Indonesia."
Saat ini kawasan konservasi telah melindungi 40 persen dari total terumbu karang di Indonesia, dan menjaga habitat-habitat penting untuk keanekaragaman hayati laut supaya populasi ikan tetap terjaga. Wilayah konservasi akan diperluas dengan target 97,5 juta hektare atau 30% dari luas wilayah perairan.
"Konservasi yang berkualitas tidak saja akan menjaga kesehatan laut dan menyimpan karbon, namun juga menjaga biota laut dari kepunahan," tambah Trenggono.
Lokasi kelautan yang berpotensi
Kawasan Jembrana dipilih karena memiliki potensi menjadi kawasan konservasi seluas 3.500 hektar. Ia memiliki target nilai konservasi tinggi untuk biota laut yang terancam punah yakni penyu dan hiu, habitat penting untuk bakau, lamun dan terumbu karang.
Jembrana juga punya menjadi habitat untuk lemuru dan ikan karang serta tempat budidaya ikan dan udang serta ekowisata bahari. Selain itu, Jembrana merupakan 1 dari 14 prioritas pantai lokasi peneluran penyu di Indonesia.
Program ini juga merupakan kolaborasi bersama World Wildlife Fund (WWF) dan melibatkan beberapa komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kurma Asih serta beberapa wisatawan asing.
