Kumparan Logo

Ini Akhir Nasib Pengguna WhatsApp yang Kukuh Tolak Kebijakan Privasi baru

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nasib pengguna Whatsapp yang tolak kebijakan privasi baru. Foto: Reuters/Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nasib pengguna Whatsapp yang tolak kebijakan privasi baru. Foto: Reuters/Dado Ruvic

Nasib pengguna WhatsApp yang tetap kekeh menolak adanya kebijakan privasi baru akhirnya bakal menemui titik terang. Padahal dulunya, jika bersikeras menolak, Facebook mengancam akan membatasi fitur hingga menutup akun WhatsApp pengguna.

Menurut laporan terbaru WABetaInfo, WhatsApp tengah menyiapkan dokumen yang menunjukkan bahwa persetujuan kebijakan privasi baru akan menjadi opsional bagi sebagian besar pengguna WhatsApp. Facebook, sekarang tampaknya berencana untuk membatasi perubahan wajib tersebut hanya untuk pesan WhatsApp Business.

Dokumen itu juga menjelaskan, jika kamu menggunakan WhatsApp untuk mengobrol dengan teman dan keluarga, kamu dapat memilih untuk mengabaikan persyaratan dan terus menggunakan layanan tanpa batasan. Namun, jika kamu berencana untuk mengobrol dengan akun bisnis, maka akan diminta untuk meninjau dan menerima pembaruan persyaratan privasi WhatsApp yang baru.

WhatsApp sebelumnya juga mempertahankan klaim bahwa persyaratan layanan yang diperbarui hanya akan berlaku untuk pengguna yang mengirim pesan ke akun Bisnis. WABetanInfo menyatakan bahwa perubahan baru pada Ketentuan Layanan akan segera diumumkan dan versi beta WhatsApp yang akan datang dengan perubahan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari WhatsApp.

Iklan WhatsApp di koran cetak India. Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

Kontroversi kebijakan privasi yang turunkan pamor WhatsApp

Pada bulan Januari lalu, WhatsApp memperbarui Ketentuan Layanannya dengan kebijakan privasi baru yang kemudian menciptakan gelombang kebingungan dan kekecewaan di antara pengguna. Pada awalnya, sepertinya WhatsApp memaksa penggunanya untuk membagikan data mereka dengan Facebook, dan jika pengguna tidak setuju, mereka akan kehilangan akses ke aplikasi pada bulan berikutnya.

Tentu saja, perubahan kebijakan privasi yang radikal membuat orang marah dan banyak pengguna mulai meninggalkan aplikasi, mencari alternatif, seperti Signal dan Telegram yang berfokus pada privasi. Karena reaksi besar yang diterima, Facebook akhirnya melunak dan melakukan perubahan kebijakan privasi, serta menunda pemberlakukannya.

Langkah Facebook tampaknya merespons banyak pengguna yang telah beralih ke aplikasi seperti Signal atau Telegram. Misalnya, beberapa minggu setelah persyaratan baru diumumkan oleh WhatsApp, unduhan mingguan Signal melonjak 43 kali, yang berakhir dengan server Signal tidak dapat melayani lonjakan dan menyebabkan aplikasi mogok beberapa kali.