Kumparan Logo

Investasi Data Center Miliaran Dolar Mengalir ke Indonesia, Apa Dampaknya?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi data center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi data center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Indonesia kini menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Pada 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mendekati USD 100 miliar, atau tertinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pasar digital yang besar membutuhkan infrastruktur yang mampu menopangnya. Apalagi semakin banyak aktivitas digital dan berkembangnya teknologi kecerdasan artifisial (AI), semakin besar pula kebutuhan terhadap kapasitas komputasi.

Gelombang investasi data center bernilai miliaran dolar pun turut menegaskan bahwa data kini memiliki nilai strategis yang semakin besar. Apalagi di tengah perkembangan AI, data center kini bukan lagi sekadar fasilitas penyimpanan data.

Infrastruktur ini menjadi fondasi yang memungkinkan suatu negara membangun kapasitas komputasi, mengembangkan teknologi, dan pada akhirnya menangkap lebih banyak nilai ekonomi dari pertumbuhan ekosistem digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pun menyebut kondisi ini sebagai bagian dari agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya data center-nya baik,” ujar Airlangga.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, juga mengungkapkan bahwa penguatan infrastruktur AI dan kapasitas komputasi penting agar Indonesia tidak berhenti sebagai pengguna teknologi.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global,” kata Nezar.

Kondisi ini pun menjadi semakin relevan di tengah pertumbuhan aktivitas digital di Indonesia. Misalnya, transaksi perbankan, belanja online, layanan digital, hingga aktivitas bisnis terus menghasilkan data dalam jumlah besar.

Namun, data tidak otomatis menghasilkan nilai ekonomi. Data harus diproses, disimpan, dan diakses melalui infrastruktur komputasi. Di sinilah data center memainkan peran penting.

"Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi berbagai layanan, mulai dari cloud, fintech, e-commerce, AI, cybersecurity, layanan pemerintahan digital, hingga beragam bisnis berbasis teknologi," jelas Nezar.

Nilai ekonominya juga tidak kecil. Pemerintah mencatat adanya minat investasi tambahan sekitar 1,3 GW data center di Indonesia, dengan nilai mencapai USD15–20 miliar. Artinya, setiap tambahan 100 MW merepresentasikan sekitar USD1,2–1,5 miliar investasi.

Namun, manfaat investasi data center tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Pembangunan dan operasional data center juga menciptakan kebutuhan terhadap berbagai sektor, mulai dari konstruksi, energi, jaringan, teknologi, dan pemeliharaan hingga tenaga kerja terampil. Aktivitas tersebut berpotensi memperluas rantai ekonomi sekaligus meningkatkan basis penerimaan negara.

Chile dapat menjadi salah satu gambaran bagaimana investasi data center memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Investasi Amazon Web Services (AWS) senilai lebih dari USD 4 miliar untuk tiga data center di negara tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar USD 10 miliar kontribusi terhadap GDP dan mendukung lebih dari 7.000 lapangan kerja penuh waktu setiap tahun.

Indonesia Tengah Mengejar Kapasitas Komputasi

Ilustradi data center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Kebutuhan terhadap kapasitas komputasi semakin besar seiring perkembangan AI. Jika fase awal digitalisasi banyak bertumpu pada konektivitas, fase berikutnya membutuhkan kombinasi infrastruktur yang jauh lebih kompleks. Antara lain, komputasi skala besar, GPU, cloud, jaringan, listrik, dan data center.

Artinya, pasar digital yang besar tidak otomatis membuat Indonesia unggul. Kemampuan untuk mengembangkan teknologi dan mengolah data menjadi produk, serta layanan bernilai tambah, juga menjadi faktor yang menentukan posisi Indonesia dalam ekonomi digital dan AI global.

Persaingan untuk membangun kapasitas tersebut pun semakin terlihat di Asia Tenggara. Data Bank Dunia pada semester pertama 2025 mencatat total kapasitas data center Indonesia sekitar 1,17 gigawatt (GW). Angka tersebut masih berada di bawah Malaysia yang mencapai 3,17 GW dan Singapura sebesar 1,25 GW.

Di sisi lain, kapasitas Indonesia diperkirakan masih akan terus tumbuh. CSIS Indonesia memperkirakan kapasitas data center nasional dapat tumbuh rata-rata 16,8 persen per tahun hingga 2029 dan mencapai sekitar 1,41 GW.

Pertumbuhan tersebut tentu membuka peluang ekonomi. Namun, ekspansi data center juga membawa tantangan yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait kebutuhan energi dan air.

Data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Bergantung pada teknologi pendinginan yang digunakan, fasilitas tersebut juga dapat membutuhkan air dalam jumlah signifikan.

Peneliti ITB, Prof. Reini D. Wirahadikusumah, mengatakan, kebutuhan energi akan menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan AI.

“Energi dan teknologi Artificial Intelligence (AI) akan menjadi pilar penting dalam pembangunan. Bahkan AI sendiri membutuhkan energi yang sangat besar untuk dioperasikan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Membangun Data Center

Sebenarnya Indonesia memiliki sejumlah modal penting untuk membangun kapasitas AI, di antaranya pasar digital yang besar, kebutuhan komputasi yang terus tumbuh, serta potensi sumber daya energi.

Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mengoptimalkan investasi tersebut menjadi kapasitas AI yang efisien, produktif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan data center tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun atau besarnya investasi yang masuk.

Hal yang lebih penting adalah sejauh mana investasi tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia?

Jika investasi data center mampu terhubung dengan pengembangan teknologi, peningkatan kualitas tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta pertumbuhan industri digital di dalam negeri, maka dampaknya akan jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan infrastruktur.

Data center dapat menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam ekonomi digital dan AI global. Tak hanya sebagai pasar teknologi, tetapi juga sebagai negara yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan memperoleh manfaat ekonomi dari inovasi teknologi.