Kumparan Logo

J&T Express Disebut Jadi Startup Unicorn Baru di Indonesia

kumparanTECHverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi J&T Express. Foto: J&T Express
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi J&T Express. Foto: J&T Express

Startup logistik dari Indonesia, J&T Express dilaporkan telah mendapatkan gelar unicorn dengan valuasi di atas 1 miliar dolar AS. Status ini pertama kali diungkap oleh riset dari CB Insights yang bertajuk "The Complete List Of Unicorn Companies."

CB Insights, sendiri adalah perusahaan penyedia platform analisis dan machine intelligence yang punya daftar kumpulan startup yang sudah meraih gelar unicorn. Data valuasi startup yang dilacak menggunakan machine intelligence secara real-time. Data ini juga dikumpulkan berdasarkan nilai investasi yang masuk ke suatu perusahaan dan analisis atas valuasinya.

Dalam daftar terbaru CB Insights, J&T Express disebut memiliki valuasi sebesar 7,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 114,1 triliun. Dituliskan J&T Express menyandang status unicorn sejak 7 April 2021.

Daftar startup unicorn versi CB Insights

Menariknya, dalam daftar tersebut, valuasi J&T Express bahkan telah melampaui Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan Ovo yang sudah lebih dahulu menyandang status unicorn. J&T Express sendiri tercatat memiliki tiga investor Hillhouse Capital Management, Boyu Capital, dan Sequoia Capital China.

kumparan telah meminta konfirmasi langsung kepada CEO J&T Express, Robin Lo. Ia tidak membenarkan atau membantah soal perusahaannya yang mendapatkan gelar unicorn dalam daftar CB Insights.

"Tentunya kita sangat senang kalo hal ini benar karena dengan adanya list ini membuktikan kepercayaan banyak pihak terhadap kinerja dan pelayanan J&T express," kata Robin dalam pesan singkat yang diterima, Selasa (13/4).

Transaksi di kios J&T Express. Foto: Abdul Latif/kumparan

Robin juga mengatakan soal valuasi pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. Menurutnya, perhitungan valuasi dilakukan dari pihak luar, bukan internal J&T Express.

Selain itu CEO J&T Express tersebut, enggan memberikan pernyataan soal pendanaan yang baru dilakukan perusahaannya. Dalam laporan Deal Street Asia, J&T Express telah mengumpulkan lebih dari 2 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan baru yang didukung oleh Hillhouse Capital, Boyu Capital, dan Sequoia Capital China.

laporan tersebut juga mengatakan bahwa penilaian J&T pada putaran tersebut mencapai 6 miliar dolar AS, tidak jauh nilainya dari valuasi yang diberikan CB Insights. Sebelumnya, Bloomberg telah melaporkan bahwa J&T juga sedang mempertimbangkan (initial public offering/IPO) di Amerika Serikat.

Sebagai informasi, J&T Express didirikan pada 2015 oleh pengusaha Jet Lee dan Tony Chen. Perusahaan jasa kurir ini telah berkembang ke negara-negara termasuk Malaysia, Vietnam, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja dan China. perusahaan juga sudah mempunyai lebih dari 350.000 karyawan dan baru-baru ini meluncurkan sebuah kargo udara di Tangerang.

kumparan post embed