Kota Ini Adopsi Teknologi Drone buat Jaga Keamanan dan Bantu Tangkap Penjahat
·waktu baca 5 menit

Kota Palm Springs, California, Amerika Serikat (AS), terletak di sebuah lembah gurun yang rawan angin kencang, memiliki bandara di tengah kota, dan selalu ramai turis. Menjaga keamanannya bukan perkara mudah.
Kini, kota tersebut, melalui Departemen Kepolisian Palm Springs, mulai mengandalkan teknologi drone untuk mempercepat respons kepolisian dan meningkatkan keselamatan warga serta pengunjung. Langkah ini mirip dengan yang dilakukan Chula Vista, kota lain di California yang sudah menggunakan sistem pesawat nirawak (Uncrewed Aerial Systems/UAS) untuk merespons laporan masyarakat sejak 2018.
“Dulu kami pernah berencana menghadirkan unit helikopter di Palm Springs. Tapi itu ditolak, karena banyak warga tak ingin kota ini yang mereka anggap sebagai desa berubah jadi kota besar, dengan helikopter yang mondar-mandir dan bisa menganggu penduduk sepanjang malam,” ujar Letnan William Hutchinson, Kepala Divisi Operasi Kepolisian Palm Springs, mengutip Newsweek.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, sistem drone kini makin canggih dan bisa diluncurkan otomatis dari stasiun docking jarak jauh. Masalahnya, Palm Springs berada di zona udara Kelas D, tepat di bawah jalur lalu lintas udara bandara internasional.
“Awalnya kami ragu. Kota ini punya bandara di pusatnya. Kami berpikir, ‘Apa ini mungkin bagi kami?’ dan sebagian besar bilang, ‘Mungkin tidak.’ Saya terus mencari solusi, dan MatrixSpace jadi salah satu yang pertama saya pertimbangkan,” ungkap Hutchinson.
Khawatir soal biaya, Hutchinson, Manajer Kota Scott Stiles, dan Kepala Polisi Andrew Mills, berunding untuk mencari solusi. Mereka akhirnya menemukan bahwa Departemen Pemasyarakatan negara bagian menyediakan hibah untuk memberantas pencurian kendaraan, konverter katalitik, hingga kejahatan ritel. Itulah awal Departemen Kepolisian Palm Springs mulai melirik inovasi untuk mempercepat waktu respons dan meningkatkan tingkat penangkapan pelaku kejahatan.
Setelah kunjungan studi ke kota-kota lain seperti Beverly Hills, muncul pertanyaan mendasar soal apakah ini cuma teknologi keren yang diburu semua orang? Apa datanya mendukung? Bagaimana cara mengukur dampaknya? Namun Hutchinson tak ingin overthinking.
“Waktu respons rata-rata kami ke lokasi darurat sekitar lima hingga tujuh menit... Tapi dengan sistem drone dan pusat kejahatan real-time, kita bisa sampai dalam waktu kurang dari satu menit. Inilah nilai positif yang kita pertimbangkan.”
Tantangan selanjutnya, bagaimana menutupi wilayah kota seluas 100 km² dengan drone yang bisa terbang siang dan malam, tanpa terganggu peraturan wilayah udara?
Jawabannya, MatrixSpace 360 Radar, teknologi radar canggih berbasis tiang yang bisa melacak objek di area luas, dikombinasikan dengan platform manajemen drone DroneSense. Teknologi ini memungkinkan koordinasi antara radar, sistem drone, dan data operasional untuk mendukung tugas kepolisian.
Saat ini, Palm Springs punya 10 monitor radar aktif, dengan dua unit tambahan segera menyusul. Radar ini jadi vital karena lokasinya berdekatan dengan bandara.
Drone Siaga 24 Jam
Palm Springs juga bekerja sama dengan Cathedral City, kota tetangga, yang akan memasang stasiun docking drone dan memperluas jangkauan udara operasional.
“Dengan posisi drone sekarang, kami bisa menjangkau lokasi panggilan darurat dalam waktu kurang dari satu menit,” kata Hutchinson.
Petugas di kantor pusat mengoperasikan drone dari balik meja. Mereka memantau sistem kamera kota, panggilan 911, dan koordinasi via radio secara bersamaan, membuat mereka bisa meluncurkan drone lebih cepat dari pengiriman petugas lapangan.
“Pilot drone langsung mendengarkan panggilan 911 dari komputer mereka. Kalau ada kecelakaan, perampokan, atau kejahatan serius, mereka bisa terbangkan drone ke lokasi bahkan sebelum laporan masuk ke sistem CAD, dan dikirim kepada petugas, ” jelas Hutchinson.
Setibanya di lokasi, informasi dari drone dikirim secara real-time ke HP petugas lewat DroneSense. Jika petugas sedang dalam perjalanan atau tak bisa memantau layar, pilot drone memberi laporan langsung melalui radio.
Cara ini bekerja efektif. Belum lama ini, sistem drone berhasil membantu menangkap pelaku yang kabur usai makan tanpa bayar. Drone dikirim ke lokasi dan menemukan pria terduga pelaku tengah berbincang di area hotel. Tak sadar dia sedang diawasi dari udara, pria itu lalu masuk kamar hotel. Tak lama, petugas datang dan menangkapnya. Hutchinsion bilang, tanpa drone, mustahil polisi akan menemukan pelaku dengan cepat.
Dalam kasus lain, drone bahkan dimanfaatkan saat terjadi ledakan di klinik fertilitas American Reproductive Centers pada 17 Mei 2025.
“Saya operasikan drone dari rumah. Bisa langsung pantau situasi dan konfirmasi bahwa ini ledakan besar, dan kami butuh banyak tim di lokasi,” tuturnya.
Drone juga membantu saat menangani laporan kebakaran. Petugas pemadam bisa lihat situasi dari udara sebelum tiba di lokasi. Kamera termal drone bisa tunjukkan titik panas secara akurat.
“Tim pemadam sekarang mulai paham manfaat besar dari sistem ini,” kata Hutchinson.
Bantu Amankan Festival
Palm Springs dikenal sebagai kota festival. Mulai dari Palm Springs International Film Festival, BNP Paribas Open, Stagecoach, hingga Coachella, semuanya menarik ribuan pengunjung tiap tahun.
Teknologi MatrixSpace dan sistem radar memungkinkan tim keamanan mendeteksi benda asing di langit, termasuk drone tidak resmi.
“Kami bisa tahu siapa yang mengajukan izin terbang, siapa yang tidak. Bisa lacak drone, lihat dari mana mereka terbang, ke mana arahnya, dan akhirnya tahu siapa pilotnya,” jelas Hutchinson.
Dengan sistem ini, bukan hanya lalu lintas udara yang jadi aman, tapi juga potensi ancaman di udara terhadap acara besar bisa diantisipasi.
