Kumparan Logo

Miliarder Ini Jadi Turis Luar Angkasa Pertama, Terbang Tanpa Bantuan Astronaut

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jared Isaacman. Foto: SpaceX
zoom-in-whitePerbesar
Jared Isaacman. Foto: SpaceX

Era wisata luar angkasa sudah di depan mata. Pada Senin (1/2), perusahaan transportasi antariksa SpaceX mengumumkan warga sipil pertama yang bakal mengarungi luar angkasa tanpa bantuan astronaut profesional.

Orang tersebut adalah Jared Isaacman. Ia merupakan founder sekaligus CEO perusahaan pemrosesan pembayaran Shift4 Payments yang berbasis di Pennsylvania, AS. Pria berumur 37 tahun itu bakal diluncurkan ke luar angkasa pada kuartal keempat tahun ini, menurut SpaceX.

Dalam misi wisata ke luar angkasa yang diberi nama Inspiration4 itu, Isaacman tidak sendirian. Ia bakal ditemani tiga orang lain yang dipilihnya sebagai tim awak kabin untuk mengorbit Bumi selama tiga atau empat hari dalam misi tersebut. Semuanya adalah warga sipil.

“Inspiration4 adalah realisasi dari impian seumur hidup dan langkah menuju masa depan di mana siapa pun dapat menjelajah dan menjelajahi bintang,” kata Isaacman, yang juga pernah berlatih sebagai pilot komersil dan militer, dalam keterangan resminya.

Ilustrasi astronaut. Foto: Shutter Stock

Impian warga sipil untuk berwisata ke luar angkasa sendiri sebenarnya telah diwujudkan sejak awal abad ke-21. Pada 2001, seorang miliarder bernama Dennis Tito menjadi warga sipil pertama yang mengunjungi luar angkasa selama 8 hari di International Space Station.

Sejak Dennis Tito, setidaknya ada 6 warga sipil lain yang berwisata ke luar angkasa. Namun, baik Tito maupun keenam orang tersebut selalu ditemani oleh astronaut AS ataupun kosmonaut Rusia.

Berbeda dengan pendahulunya, Isaacman dan tim pilihannya bakal menjadi warga sipil pertama yang ke luar angkasa tanpa bantuan astronaut ataupun kosmonaut profesional. Perjalanan mereka pun dianggap menjadi tonggak penting untuk penerbangan luar angkasa swasta dan industri pariwisata luar angkasa.

“Ketika Anda memiliki moda transportasi baru, Anda harus memiliki pelopor,” kata pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk, dalam wawancara dengan NBC.

“Hal-hal yang mahal pada awalnya, dan karena Anda dapat meningkatkan tingkat peluncuran, meningkatkan tingkat produksi, menyempurnakan teknologi, itu menjadi lebih murah dan dapat diakses oleh lebih banyak orang.”

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Lucy Nicholson/Reuters

Meski mengumumkan Isaacman sebagai orang pertama yang ke luar angkasa tanpa didampingi astronaut, SpaceX tak mengungkap berapa kocek yang perlu dibayar sang miliarder. Namun, jika melihat rekam jejak Dennis Tito yang merogoh dana hingga 20 juta dolar AS untuk berwisata ke ISS pakai roket Soyuz, biaya yang dikeluarkan Isaacman pasti tidaklah murah.

Misi Inspiration4 sendiri merupakan bagian dari inisiatif amal untuk mengumpulkan uang bagi Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Tennessee, AS.

Sejumlah orang menyaksikan peluncuran Roket SpaceX Falcon 9, yang membawa empat astronot NASA, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, Minggu (15/11). Foto: Joe Skipper/REUTERS

Setelah semua awak kabin terkumpul, Isaacman dan kru nantinya akan menjalani pelatihan astronot komersial terlebih dahulu oleh SpaceX sebelum meluncur dengan roket Falcon 9 dan pesawat ruang angkasa Dragon.

Mereka akan menerima pelatihan kesiapsiagaan darurat, pakaian luar angkasa dan latihan masuk dan keluar pesawat ruang angkasa, serta simulasi misi sebagian dan penuh.

Misi tersebut akan diluncurkan dari Launch Complex 39A di Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida. Perjalanan para warga sipil ini akan dipantau oleh kontrol misi SpaceX saat pesawat ruang angkasa mengorbit planet setiap 90 menit sekali di sepanjang jalur penerbangan yang disesuaikan.

Setelah menyelesaikan perjalanan mereka, awak kabin di pesawat ruang angkasa Dragon akan kembali memasuki atmosfer bumi untuk mendarat di perairan di lepas pantai Florida.

Selain Isaacman, pada pekan lalu SpaceX mengumumkan tiga warga sipil lain yang akan berwisata ke ISS. Tiga pelanggan tersebut masing-masing membayar 55 juta dolar AS untuk masa tinggal selama delapan hari. Mereka baru akan terbang paling cepat pada Januari 2022.