Tekno & Sains
·
18 Maret 2021 10:40

Netizen Serang Medsos BWF Usai Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Netizen Serang Medsos BWF Usai Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021 (301624)
searchPerbesar
Pebulutangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon pada babak final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020. Foto: ANTARA FOTO/HUMAS PBSI
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Semakin hari, peribahasa tersebut, semakin melekat untuk negara Indonesia. Netizen Indonesia seperti tak kenal lelah menyerang pihak yang dianggap merugikan Tanah Air tercinta.
ADVERTISEMENT
Setelah drama GothamChess vs. Dadang Subur 'Dewa_Kipas', kini giliran BWF (Badminton World Federation) yang kena caci maki netizen Indonesia. Gara-garanya, tim atlet badminton RI dipaksa mundur dari All England, turnamen bulutangkis tertua di dunia yang diselenggarakan di Inggris.
Bukan tanpa alasan, diskualifikasi Indonesia terkait dengan protokol kesehatan COVID-19. Penyebabnya ialah ditemukan kasus positif COVID-19 pada penumpang yang satu penerbangan bersama para pebulu tangkis Indonesia.
Di sisi lain, sudah ada wakil Indonesia sempat bertanding di babak 32 besar All England 2021. Mereka adalah Jonatan Christie, Hendra/Ahsan dan Marcus/Kevin yang semuanya berhasil lolos ke 16 besar. Mereka semua juga dipaksa untuk mundur.
"Sebelum penerbangan, semua wakil dari tim Indonesia telah dinyatakan negatif dan kami telah melakukan tes ulang begitu tiba di hotel," kata Marcus.
ADVERTISEMENT
Hal ini dirasa tidak adil bagi masyarakat Indonesia. Terlebih karena pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernadli Gideon, menceritakan lewat akun Instagram pribadinya bahwa hal serupa juga terjadi pada atlet dari Denmark, India dan Thailand, namun mereka tidak dipaksa untuk mundur.
"Mengapa kami tidak dapat keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya mendaftarkan sistem gelembung untuk menjamin keamanan kita," kata Marcus.
Gara-gara hal ini, netizen Indonesia meluapkan amarahnya dengan menyerang akun media sosial BWF, sampai-sampai hashtag #BWFMustBeResponsible muncul di trending topic Twitter. BWF bahkan sudah membatasi komentar di setiap posting-annya di Instagram agar tidak terjadi keributan yang lebih besar.
Sementara di Instagram, posting-an foto-foto @bwf.official juga dihujani dengan amarah netizen Indonesia. Kebanyakan komentar tersebut bertuliskan ‘UNFAIR’ atau #JusticeForIndonesia. Tak sedikit juga netizen Indonesia yang meminta BWF untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.
ADVERTISEMENT

Bukan cuma BWF, GothamChess dan Microsoft pernah jadi korban amuk netizen Indonesia

Ini bukanlah kali pertama, netizen Indonesia melakukan serangan babi buta terhadap akun media sosial pihak yang merugikan masyarakatnya. Sebelumnya, hal ini juga dialami oleh pecatur master Levy Rozman alias GothamChess yang diserang habis-habisan karena membuat lawannya, orang Indonesia bernama Dadang Subur alias Dewa_Kipas, diblokir dari Chess.com.
Dewa_Kipas dituduh melakukan kecurangan dan netizen Indonesia tidak terima akan hal itu. Meski kenyataannya pihak Chess.com telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan menemukan bahwa memang ada kejanggalan dalam performa permainan Dewa_Kipas di platform catur online-nya.
Selain GothamChess, raksasa teknologi Microsoft juga pernah jadi sasaran amarah netizen Indonesia. Ini adalah buntut dari hasil survei yang menyebut bahwa warganet Indonesia adalah netizen yang paling tidak sopan dan kasar di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
Karena merasa tidak terima dengan hasil survei tersebut, netizen Indonesia kompak mampir ke akun Microsoft di Instagram untuk menyerang perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut. Secara tidak langsung, sebenarnya perilaku serangan caci maki seperti ini membuktikan bahwa survei Microsoft itu tidak salah.
Di sisi lain, perilaku ini menunjukkan bahwa netizen Indonesia tidak akan tinggal diam kalau ada masyarakatnya yang dizalimi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020