Kumparan Logo

ONIC Esports Resmi Jadi Raja Mobile Legends Asia Tenggara

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Onic Esports Juara Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2019. Foto: driandlarsen/Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Onic Esports Juara Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2019. Foto: driandlarsen/Instagram

Tidak ada yang bisa menghentikan laju ONIC Esports saat ini. Setelah sukses meraih gelar juara Mobile Legends: Bang Bang di Indonesia, kini ONIC juga membuktikan diri sebagai raja di Asia Tenggara.

Dalam turnamen Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2019 yang digelar di Manila, Filipina, pada 20-23 Juni, ONIC tidak menemukan perlawanan berarti dari lawan-lawannya.

Bergabung dalam Grup D di fase grup, ONIC mampu menumbangkan tim Burmese Ghouls dari Myanmar dan Wawa Gaming dari Laos dengan skor masing-masing 2-0 tanpa balas. Hasil ini membuat Udil dan kawan-kawan berhasil masuk ke dalam Upper Bracket yang mempertemukan mereka dengan tim IDNS asal Thailand.

IDNS, yang merupakan juara Grup A, menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam MSC 2019. Ini menyusul penampilan mereka yang cukup baik di Grup A setelah mengalahkan tim unggulan seperti Bren Esports.

Namun, lagi-lagi ONIC menunjukkan kelasnya berbeda dari tim-tim yang ada di MSC. Mereka tampil superior dan membuat IDNS tidak berkutik dengan skor akhir 2-0.

Tim Mobile Legends ONIC Esports, juara MPL Season 3. Foto: Moonton

Kemenangan ini membuat ONIC melaju ke final Upper Bracket untuk menghadapi tim senegara asal Indonesia, yakni Louvre Juggernaut. Pertandingan ONIC melawan Louvre ini menjadi ulangan partai final Piala Presiden eSports 2019 dan Mobile Legends Professional League (MPL) 2019, yang dua-duanya dimenangkan oleh ONIC.

Di pertandingan pertama, Louvre sempat memberi kejutan dengan mengalahkan ONIC hingga membuat skor sementara 1-0. Namun, ONIC sukses membalikkan keadaan dan berbalik menang dengan skor 1-2.

Louvre memang kalah, tapi bukan berarti laju mereka berakhir di MSC 2019. Kekalahan ini membuat Louvre turun ke Lower Bracket untuk melawan tim tuan rumah, Arkangel.

Mobile Legends South East Asia Cup 2018. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Dukungan penonton berhasil membakar semangat Arkangel ketika bertanding. Tapi untung saja, Louvre mampu menunjukkan keunggulan mereka dan mengalahkan Arkangel dengan skor 2-0.

Tim yang digawangi Marsha, Kido, Watt, Yor, dan JeeL ini kembali harus menghadapi tim yang menjadi langganan mimpi buruk mereka di partai Grand Final. Ya, mereka sekali lagi harus bertemu ONIC.

Grand final: ONIC vs Louvre

Perjuangan Louvre untuk sampai di babak Grand Final MSC 2019 tidaklah mudah. Di fase grup, Kido sempat tidak bisa bermain karena jatuh sakit ketika baru saja tiba di Filipina.

Badboy, yang berperan menggantikan Kido, sukses menjalankan perannya dengan baik dan membuat Louvre menjadi juara Grup C.

Hanya saja, perjuangan mereka akhirnya terhenti oleh ONIC. Untuk ketiga kalinya, ONIC sukses menumbangkan Louvre di partai puncak turnamen Mobile Legends prestisius.

Dominasi ONIC memang tersaji di tiga pertandingan yang digelar dalam format Best of 5 tersebut. Strategi ONIC yang bermain agresif dan terus menekan sejak awal membuat Louvre tidak mampu mengembangkan permainannya dan hanya bisa bertahan.

Drian, SaSa, Psychoo, AntiMage, dan Udil dari ONIC Esports.. Foto: ONIC Esports/Instagram

Onic, yang dihuni Udil, SaSa, AntiMage, Drian, dan Psychoo, terlalu tangguh bagi Louvre. Udil menunjukkan dirinya sebagai salah satu pengguna hero Selena terbaik saat ini, sementara SaSa bisa bermain di role apapun dengan sangat baik.

Peran AntiMage juga tidak bisa dikesampingkan di sini. Bermain sebagai Thamuz, AntiMage benar-benar menguasai pertandingan dan sulit untuk ditumbangkan. Perhitungannya yang tepat berkali-kali memukul balik lawan.

Di sisi lain, Drian juga bisa dikatakan sebagai salah satu tank terkuat saat ini di dunia. Sedangkan Psychoo memiliki kemampuan mengacak-acak formasi lawan yang kerap menjadi kejutan.

Permainan apik Udil dan kawan-kawan membuat mereka memenangi partai Grand Final dengan skor sempurna 3-0. Louvre lagi-lagi harus mengakui jika ONIC memang berada di kelas yang berbeda saat ini.

instagram embed

Sebagai juara pertama MSC 2019, ONIC berhak membawa pulang hadiah uang yang totalnya 68.102 dolar AS atau setara Rp 964 juta. Louvre di tempat kedua mendapat 30.267 dolar AS atau setara Rp 428 juta. Dan Arkangel di posisi ketiga meraih 15.133 dolar AS atau sekitar Rp 214 juta.

SaSa dari ONIC terpilih sebagai pemain terbaik MSC 2019 alias MVP. Permainannya dianggap menjadi kunci kemenangan ONIC dalam turnamen dan membuat SaSa secara pribadi mendapat hadiah 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 14 juta.

instagram embed

Komentar menarik dilontarkan oleh Udil setelah pertandingan melawan Louvre di Grand Final selesai. Bagi kamu yang sudah mengikuti sepak terjang ONIC selama ini, pastinya tidak asing lagi dengan kepercayaan diri dari pemain ONIC.

"Ini terlalu mudah untuk kami," ucap Udil, saat diwawancara oleh pembawa acara MSC 2019. Ia pun melanjutkan ke depannya ONIC ingin menjuarai setiap turnamen yang diikuti.

Dengan kemampuan dan permainan yang disajikan ONIC saat ini, memang belum ada tim Mobile Legends lain yang mampu menandingi mereka. Apakah kejayaan ONIC akan bertahan lama?

embed from external kumparan