Ovo Tanggapi Rencana WhatsApp Pay Masuk Indonesia

9 Oktober 2019 15:44 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Whatsapp  Foto: REUTERS/Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Whatsapp Foto: REUTERS/Dado Ruvic
ADVERTISEMENT
WhatsApp dilaporkan sedang bersiap untuk meluncurkan alat pembayaran digital mereka, WhatsApp Pay, di Indonesia. Perusahaan bahkan disebut sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa layanan keuangan digital dalam negeri, seperti GoPay atau Ovo.
ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana tanggapan Ovo soal WhatsApp Pay yang bakal meramaikan industri pembayaran nontunai di Indonesia?
Ershad Ahamed, selaku Chief Marketing Officer Ovo mengatakan, pihaknya tidak ingin berkomentar lebih jauh soal WhatsApp Pay. Ia juga enggan berbicara banyak atas rumor kerja sama.
"Sejujurnya, saya pikir dalam waktu tertentu tidak ada komentar soal WhatsApp Pay," kata Ahamed, saat dijumpai di acara Tech in Asia Conference, Rabu (9/10).
Chief Marketing Officer Ovo, Ershad Ahamed. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
Meski demikian, Ahamed menilai bahwa keberadaan WhatsApp Pay di Indonesia merupakan hal yang bagus bagi ekosistem layanan keuangan digital. Pasalnya, WhatsApp adalah salah satu aplikasi yang dipakai semua orang, dan kehadiran dompet digital dari aplikasi itu dapat mendorong makin banyak orang ke dalam layanan keuangan digital.
ADVERTISEMENT
"Jika Rudiantara mengatakan bahwa WhatsApp Pay akan datang, itu bagus. Semua orang punya WhatsApp, kan? Jadi, memungkinkan banyak orang untuk masuk ke pembayaran digital," ujar Ahamed. "Dari yang kita lihat, terlepas dari kompetisi enterprise, semakin banyak pemain di pasar, semakin bagus."
Ilustrasi promo cashback dari aplikasi pembayaran online Ovo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Ahamed juga tidak mempermasalahkan kemunculan WhatsApp Pay di Indonesia, jika pada akhirnya justru menjadi kompetitor Ovo di sektor keuangan digital.
Banyak pemain di industri yang sama dinilainya bagus. Ini berarti akan ada kompetisi yang justru membuat perusahaan bisa terus berkembang, entah tumbuh secara mandiri atau berkolaborasi.
"Kami adalah ekosistem terbuka. Kami telah bekerja dengan perusahaan-perusahaan berbeda. Dan kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan siapapun yang memiliki visi yang sama."
ADVERTISEMENT