Polling kumparan: 64,29% Pembaca Nilai Aplikasi Tandingan Kominfo Tak Realistis

8 Agustus 2022 16:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aplikasi Steam di Android. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Steam di Android. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
ADVERTISEMENT
Sebanyak 64,29 persen pembaca kumparan menganggap rencana Kominfo yang meminta anak bangsa bikin aplikasi pengganti yang terblokir PSE tidak realistis. Sikap ini didapat dari polling kumparan yang diedarkan sejak 31 Juli sampai 8 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Total ada 1.109 responden yang menjawab polling ini. Mayoritas pembaca, 713 orang, menilai permintaan Kominfo untuk membuat aplikasi pengganti tidaklah realistis. Artinya, hanya 396 orang atau 35,71 persen yang setuju dengan rencana Kominfo tersebut.
Sebelumnya, Kominfo memblokir berbagai platform digital seperti layanan keuangan PayPal, platform game Steam, hingga mesin pencari Yahoo. Namun, belakangan aplikasi-aplikasi itu akhirnya dibuka lagi.
Meski banyak warganet yang mengecam hal itu, Kominfo mengatakan enggan memusingkan para PSE asing yang belum mendaftarkan diri hingga tenggat waktu, yakni Jumat (29/7) pukul 23.59 WIB.
Situasi ini justru dinilai menguntungkan. Sebab, membuka peluang bagi anak bangsa untuk menciptakan inovasi atau layanan digital serupa.
"Loh, mereka [SE asing] enggak mau mendaftar itu juga karena pilihan mereka. Mereka itu mendaftar karena melihat Indonesia adalah potensial. Kalau mereka tidak mendaftar, yang lainnya akan masuk. Malahan itu akan membuka peluang bagi anak bangsa," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers di Kaum Jakarta, Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT