Polling kumparan: 68,86% Pembaca Enggak Tertarik Pakai Internet Starlink

16 Mei 2024 7:24 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Starlink Foto: Hadrian/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Starlink Foto: Hadrian/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebanyak 68,86 persen pembaca kumparan enggak tertarik pakai internet Starlink yang harga perangkatnya mencapai Rp 7,8 juta dan Rp 750 ribu per bulan. Angka ini didapatkan dari hasil polling kumparan yang beredar pada 8 hingga 15 Mei 2024.
ADVERTISEMENT
Total ada sebanyak 1.426 responden yang berpartisipasi dalam polling ini. Sebanyak 68,86 persen atau 982 orang mengaku tidak tertarik dengan internet Starlink. Sementara, 31,14 persen atau 444 orang mengaku tertarik menggunakan internet Starlink.
Sebelumnya, Starlink Global akan beroperasi di Indonesia lewat Starlink Indonesia. Perusahaan Starlink Indonesia akan berperan sebagai penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, menyediakan layanan internet dari perusahaan global.
Kementerian Kominfo menyebut bahwa Starlink telah mengantongi dua izin operasi sebelum menyediakan layanan di Indonesia. Keduanya ialah izin penyelenggaraan VSAT (very small aperture terminal) dan ISP (internet service provider) kepada Kominfo.
Menkominfo Budi Arie mengatakan bahwa Starlink harus mematuhi peraturan Perundang-Undangan sebelum bisa beroperasi. Uji coba layanan internet bakal pertama kali dilakukan di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama dengan PT Starlink Services Indonesia terkait akses internet di Indonesia. Dengan ini, Starlink siap menyebar internet satelitnya di daerah rural, terutama di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) Indonesia.
Kemitraan diresmikan melalui Memorandum of Understanding (MoU). Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, berharap kerja sama ini dapat terjalin dengan suasana saling menghormati dan menguntungkan, tanpa merugikan bisnis lokal, karena Indonesia bukan hanya pasar bagi Starlink.
"Dengan mengintegrasikan layanan Starlink dengan infrastruktur yang sudah ada, bisnis ISP lokal dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan mereka, sementara Starlink juga dapat memanfaatkan jaringan yang sudah terbangun untuk mencapai lebih banyak pengguna di seluruh Indonesia," ujarnya.
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Elon Musk saat meninjau lokasi fasilitas produksi roket Space X, di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dan Pendiri SpaceX Elon Musk akan meresmikan peluncuran layanan Internet Starlink di Indonesia pada Minggu (19/5). Peresmian ini dilaksanakan di sela-sela perhelatan World Water Forum (WWF) di Bali.
ADVERTISEMENT
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan berharap Starlink menjadi salah satu solusi untuk pemerataan layanan internet di Indonesia, terutama daerah terpencil.
"Elon Musk akan meresmikan (bersama) Presiden mengenai Starlink. Yaitu untuk mempermudah komunikasi kita di daerah-daerah terpencil akan dilakukan pada hari Minggu," katanya usai memberikan pengarahan di Rakernis Bareskrim Polri di Bali, Selasa (14/5).
Luhut mengatakan, selama kunjungan ke WWF, Elon Musk dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam sesi pembukaan. "Nanti juga Elon diundang sebagai pembicara publik di pembukaan WWF," katanya.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui CEO Tesla Inc, Elon Musk, di Giga Factory Texas. Foto: Dok. Istimewa
Beberapa paket yang ditawarkan Starlink pun beragam. Setidaknya, ada enam paket yang bisa calon pelanggan pilih sesuai kebutuhan.

Paket Residensial

Cocok untuk keluarga, dengan fitur utamanya internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah tanpa batas.
ADVERTISEMENT
Harga layanan: Rp 750 ribu per bulan (Standar)
Harga perangkat: Rp 7.800.000

Paket Jelajah

Cocok untuk kelompok yang tidak memiliki tempat tinggal tetap atau sering berpindah tempat (nomad) dengan kendaraan RV (Recreational Vehicle) dan karavan. Fitur utamanya tidak ada batasan kuota mobile, portabilitas, dan jeda layanan kurang 10 mph saat bepergian.
Harga layanan: Rp 990.000 per bulan (Mobile - Regional), atau Rp 6.995.480 per bulan (Mobile - Global)
Harga perangkat: Rp 7.800.000

Paket Kapal

Cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile. Paket ini memiliki semua fitur mobile layanan mobile, bisa digunakan saat bepergian atau berlayar, dan mendapat prioritas jaringan.
Harga layanan: Rp 4.345.000 per bulan (Prioritas Mobile - 50 GB), Rp 17.160.000 per bulan (Prioritas Mobile - 1 TB), dan Rp 86.130.000 per bulan (Prioritas Mobile - 5 TB)
ADVERTISEMENT
Harga perangkat: Rp 43.721.590

Paket Lokasi Tetap

Cocok untuk bisnis dan pengguna dengan permintaan tinggi, dengan fitur utama kuota standar tanpa batas, memiliki IP publik, dan mendapatkan prioritas jaringan.
Harga layanan: Rp 1.100.000 per bulan (Prioritas - 40 GB), Rp 3.025.000 per bulan (Prioritas - 1 TB), Rp 6.116.000 per bulan (Prioritas - 2 TB), dan Rp 12.320.000 per bulan (Prioritas - 6 TB)
Harga perangkat: Rp 7.800.000

Paket Mobilitas Darat

Cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile. Paket ini menawarkan semua fitur mobile layanan global, bisa digunakan saat bepergian dan berlayar, serta mendapat prioritas jaringan.
Harga layanan: Rp 4.345.000 per bulan (Prioritas Mobile - 50 GB), Rp 17.160.000 per bulan (Prioritas Mobile - 1 TB), Rp 86.130.000 per bulan (Prioritas Mobile - 5 TB)
ADVERTISEMENT
Harga perangkat: Rp 43.721.590

Paket Maritim

Cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile. Paket tersebut menyediakan semua fitur mobile layanan global, lengkap dengan penggunaan bepergian dan berlayar serta mendapatkan prioritas jaringan.
Harga layanan: Rp 4.345.000 per bulan (Prioritas Mobile - 50 GB), Rp 17.160.000 per bulan (Prioritas Mobile - 1 TB), Rp 86.130.000 per bulan (Prioritas Mobile - 5 TB)
Harga perangkat: Rp 43.721.590