Pria Teler Ini Kaget, Bangun-bangun Kena Tagihan Uber hingga Rp 662 Juta

25 November 2022 6:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi logo Uber Foto: Toby Melville/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Uber Foto: Toby Melville/Reuters
ADVERTISEMENT
Seorang pria asal Manchester, Inggris, dikagetkan dengan tagihan perjalanan Uber miliknya yang tak masuk akal, menyentuh angka hingga ratusan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
Awalnya, pria bernama Oliver Kaplan itu pergi ke pub bersama temannya setelah seharian bekerja. Usai bersenang-senang, dia memesan Uber untuk pulang, seperti yang telah dia lakukan sebelum-sebelumnya.
Namun kali ini, dia bangun kondisi mabuk dan kaget melihat tagihan perjalanan 35.000 Pound (sekitar Rp 662 juta) untuk perjalanan Uber-nya.
“Saya memesan Uber seperti yang saya lakukan hampir setiap malam dalam perjalanan pulang kerja dan semuanya tampak normal. Sopir tiba, saya masuk ke Uber dan dia membawa saya tepat ke tempat yang seharusnya saya tuju,” cerita Oliver, sebagaimana dikutip Manchester Evenings News.
Itu adalah perjalanan 15 menit—paling tinggi—dan tagihannya dikatakan antara 10 dan 11 Pound (Rp sekitar (Rp 189 ribu dan Rp 208 ribu) dibebankan ke kartu debit saya. Tetapi ketika saya bangun dalam keadaan pusing keesokan paginya, hal terakhir yang saya harapkan adalah biaya sebesar lebih dari 35.000 Pounds!
- Oliver Kaplan -
Logo Uber di mobil mitra pengemudi. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson
zoom-in-whitePerbesar
Logo Uber di mobil mitra pengemudi. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson
Untungnya, jumlah saldo di bank rekening banknya tidak mencukupi sehingga transaksi gagal. Ia kemudian menghubungi layanan pelanggan Uber untuk mengatasi hal ini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

'Nyasar' ke Australia

Usut punya usut, tujuan perjalanan yang ditetapkan ternyata adalah “Australia”, meskipun pengemudi menurunkannya tepat kediaman Oliver.
Dilansir Ubergizmo, tidak jelas apa yang terjadi. Namun sepertinya masalah ini berasal di sistem aplikasi bukan kesalahan pengguna.
“Saya masih bertanya-tanya bagaimana lokasinya ditetapkan ke Australia pada awalnya, mengingat itu adalah sisi lain dunia. Syukurlah mereka sangat baik tentang itu, dan langsung memperbaikinya. Namun saya tetap dibuat pusing soal hal itu,” kata Oliver.
Uber pun meminta maaf mengenai hal tersebut dan segera memperbaiki tarif tagihan ke rekening Oliver.
“Segera setelah masalah ini diangkat di akun Oliver, kami segera memperbaiki tarifnya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tandas perusahaan ride hailing asal Amerika Serikat tersebut
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·