Kumparan Logo

Riset: Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Bikin Penjualan UMKM Lokal Naik 147%

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tokopedia. Foto: Dok. Tokopedia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tokopedia. Foto: Dok. Tokopedia

Riset yang dilakukan Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menemukan bahwa kontribusi inisiatif hyperlocal Tokopedia berhasil mendongkrak penjualan UMKM di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini terlihat dari meningkatnya transaksi dan omzet penjualan.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki total 65.500.000 UMKM dan menjadi yang terbesar di ASEAN. Jumlah itu telah menyumbang Rp 8.547 triliun terhadap PDB Indonesia. Kontribusi UMKM lokal terhadap PDB juga tercatat meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 60,3 persen pada 2019.

UMKM lokal ini juga memegang peran penting dalam peningkatan ekonomi digital, meski aktivitas ekonomi digital di Indonesia saat ini masih terpusat di kota-kota besar. Jakarta, misalnya, menyumbang 17 persen terhadap PDB Indonesia. Di sisi lain, pemerintah menargetkan pertumbuhan wirausaha di Indonesia sebesar 4 persen pada 2024 mendatang.

Trian Nugroho, AVP of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, mengatakan peran semua pihak dibutuhkan agar seluruh UMKM di Indonesia punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi terhadap perekonomian. Hal inilah yang melatarbelakangi Tokopedia membuat inisiatif Hyperlocal sejak 2020.

Ilustrasi UMKM di Indonesia. Foto: Dok. Tokopedia

Terbukti, riset yang dilakukan Tokopedia dan INDEF bertajuk “Analisis Dampak Program Hyperlocal Tokopedia terhadap Kondisi Bisnis Penjualan secara Daring, Ekonomi, dan Sosial Kota-Kabupaten Program Hyperlocal” menemukan rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia meningkat 147 persen pada 2020-2021 dibandingkan 2017-2019.

Dari data tersebut, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta menjadi tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi. Surabaya mengalami peningkatan indeks penjualan dan indeks omzet penjualan masing-masing sebesar 194 persen dan 85 persen, Bandung 27 persen dan 100 persen, sedangkan Yogyakarta 148 persen dan 64 persen.

Riset juga menunjukkan rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5 kali lipat dibandingkan kota tanpa Hyperlocal pada 2017-2021. Sementara itu, indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67 persen pada periode 2020-2021 dibanding 2017-2019.

“Di sisi lain, riset ini memotret kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi yang positif di berbagai kota dengan Hyperlocal Tokopedia, yang turut berkontribusi menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Surabaya (4,29 persen), Yogyakarta (5,09 persen) dan Semarang (5,16 persen) menjadi kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 2020-2021,” ujar Nailul Huda, peneliti INDEF dalam pernyataan resmi.

Berkat Hyperlocal Tokopedia, indeks penjualan dan indeks omzet UMKM mengalami peningkatan signifikan. Foto: Dok. Tokopedia

Selain itu, sepanjang 2019-2021, rerata persentase pertumbuhan ekonomi di kota tanpa Hyperlocal tercatat sebesar 1,26 persen, sedangkan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia angkanya lebih tinggi, mencapai 2,78 persen.

Inisiatif Hyperlocal Tokopedia ini mampu menahan peningkatan pengangguran sehingga tidak naik terlalu tajam imbas dari kondisi pandemi COVID-19.

- Nailul Huda, peneliti INDEF -

Hadirnya inisiatif Hyperlocal Tokopedia juga membuat kota-kota dengan Hyperlocal memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah sebesar 0,14 persen dibandingkan kota-kota tanpa Hyperlocal. Surabaya, Semarang, dan Medan menjadi kota dengan tingkat penurunan kemiskinan terbesar setelah adanya program Hyperlocal.

Inisiatif Hyperlocal sendiri mengusung teknologi geo tagging untuk mendekatkan penjual dengan pembeli di manapun mereka berada, agar pembeli punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh tanpa harus pindah ke kota besar.

“Mengusung teknologi geo-tagging, Hyperlocal telah memperluas cakupan transaksi penjual, mempermudah masyarakat menemukan toko terdekat, membuat transaksi lebih efisien karena ongkir lebih hemat, dan peningkatan eksposur UMKM lokal dengan potensi penjualan yang besar,” jelas Trian.