Kumparan Logo

Riset: Smartphone Android Murah Lebih Rawan Dibajak Hacker

kumparanTECHverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
14
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Samsung Galaxy A20s. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Samsung Galaxy A20s. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan

Ada uang, ada barang. Peribahasa ini cukup untuk mewakilkan kasta sistem keamanan smartphone, dari yang rentan hingga hampir kebal terhadap serangan hacker.

Semakin murah harga smartphone, semakin rentan ia terkena serangan hacker. Ini bisa dibuktikan berdasarkan riset yang dilakukan oleh perusahaan Kryptowire.

Perusahaan riset keamanan itu menyebut, smartphone murah (yang identik dengan Android) dinilai punya masalah serius. Adapun masalah yang kerap muncul ialah persoalan bug dan kerentanan yang membuat gadget jadi lebih mudah dibajak.

Ilustrasi Hacker Foto: Thinkstock

Celah keamanan dan kerentanan itu terjadi karena memang produsen tidak merancang smartphone sehingga memiliki kualitas premium. Hal itu dilakukan demi menghemat pengeluaran untuk produksi komponen smartphone.

Soal software, misalnya, banyak smartphone Android murah juga sudah terinstal dengan aplikasi bawaan vendor, yang Kryptowire yakini tidak sedikit aplikasi-aplikasi itu menyimpan bug. Celah keamanan ini bisa dimanfaatkan hacker untuk mengambil alih perangkat, termasuk data-data pribadi pengguna di dalamnya.

Meskipun begitu, Kryptowire enggan menyebutkan tipe smartphone murah apa yang dimaksud. Mereka hanya menyebut bahwa kerentanan itu ditemukan pada setidaknya 29 produsen smartphone.

Ilustrasi gadget kena retas hacker. Foto: Pixabay

Ini bukan sepenuhnya salah vendor. CEO Kryptowire, Angelos Stavrou mengatakan, Google turut bertanggung jawab akan rentannya smartphone Android kelas budget.

Raksasa teknologi itu disebut harus lebih ketat dalam perizinan aplikasi yang boleh beroperasi di platform Android.

"Google bisa meminta kode analisis secara keseluruhan serta tanggungjawab vendor terhadap software yang mereka masukkan ke dalam ekosistem Android. Legislator dan pembuat kebijakan harus menuntut agar perusahaan bertanggung jawab karena membahayakan keamanan dan informasi pribadi penggunanya," kata Stavrou, seperti dikutip Ubergizmo.

Ilustrasi Android. Foto: dassel via Pixabay